Mimpi Buruk Porto di Allianz Arena

- Rabu, 22 April 2015 | 20:12 WIB

Bagi Bayern, ini adalah musim keem­pat secara beruntun mereka lolos ke semifinal Liga Champions. Bagi Bayern, ini merupakan rekor anyar. Sebelumnya, Bayern tak pernah lolos ke semifinal Liga Champions empat musim secara berun­tun. Ini adalah yang pertama kalinya. Mereka melakukannya bersama dua pelatih ber­beda, yakni Jupp Heynckes dan Josep Guardiola.

Kelolosan ini juga menjadi come back bersejarah bagi Munchen. Ketika banyak pihak meyakini Bayern tidak akan mampu lolos ke semi final, Thomas Muller dkk membuktikan kalau perkiraan tersebut salah. Nyatanya Bayern justru menghajar Porto dengan skor 6-1 dan berhak melaju ke semi final berkat keunggulan agregat 7-4.

Sang manajer, Josep Guardiola sen­diri nampak terkejut dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menganggap apa yang dilakukan Bayern adalah hal gi­la.”Itu adalah kegilaan! saya sangat bahagia bisa melatih pemain-pemain hebat di tim ini. Saya ingin berterima kasih kepada pemain-pemain saya. Jelas kami sangat bahagia bisa menembus babak semi final.” tutur Guardiola.

“Kami memiliki masalah dalam hal menciptakan peluang dan mencetak gol di beberapa pertandingan terakhir. Namun hari ini kami mampu mem­buktikan kehebatan kami dengan men­cetak 6 gol!” pungkasnya.

Pelatih Porto Julen Lopetegui pun terpukul dengan hasil buruk ini. Lo­petegui menyesalkan start buruk pasu­kannya di Allianz Arena. Menurutnya, itu adalah salah satu penyebab Porto menelan kekalahan telak dan dipaksa tersingkir dari kejuaraan.

“Kami mengawali laga dengan sangat buruk, padahal kami sedang melawan Bayern yang sangat kuat, baik secara individu maupun kolektif, di kandang mereka. Kami sudah tersingkir di babak pertama. Melawan tim seperti Bayern harus dengan performa terbaik selama 90 menit dan kami tak sanggup me­lakukannya. Ini sangat menyedihkan,” kata Lopetegui seperti dilansir situs resmi UEFA.

Segudang kesalahan menjadi salah satu penyebab hancurnya Porto. Kapten Porto Jackson Martinez sangat me­nyesalkan hal itu, Menurut striker Kolombia tersebut, andai tanpa kesa­lahan-kesalahan, kisahnya pasti bakal berbeda. “Kami tahu ini akan mejadi laga yang sangat berat dan kami membuat banyak kesalahan di babak pertama. Di babak kedua, kami bermain lebih baik, menciptakan sejumlah pe­luang dan mencetak satu gol. Tanpa kesalahan-kesalahan di babak pertama, kami mungkin masih bisa lolos ke semifinal,” kata Martinez seperti dilansir situs resmi UEFA. (h/mg-san)

Editor: Administrator

Terkini

Profil Gavi, Maestro Baru di Lini Tengah Barcelona

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:42 WIB

3 Bintang Muda Harapan Masa Depan FC Barcelona

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:16 WIB

3 Hal Positif dari Kemenangan PSG Atas RB Leipzig

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Profil Anthony, Bintang Baru Ajax dari Brasil

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:01 WIB

SEA Games Ditunda Sampai Mei 2022

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:42 WIB
X