Pembuktian Hernanes

- Senin, 11 Mei 2015 | 19:45 WIB

Inter sejatinya me­nga­wali laga dengan ti­dak me­nyenangkan. Mereka lang­sung kemasukan saat laga baru berjalan delapan menit melalui Antonio Can­dreva. Namun situasi mulai be­rubah di menit ke-24. Lazio harus bermain dengan 10 orang usai bek mereka, Mau­ricio, menerima kartu merah langsung dari wasit. Sebagai orang terakhir, dia dianggap menggagalkan po­tensi Ro­drigo Palacio untuk berha­dapan satu lawan satu de­ngan kiper dan mencetak gol.

Pelanggaran itu berbuah tendangan bebas, yang diek­sekusi dengan sempurna oleh Hernanes. Sepakan kerasnya bersarang di pojok kiri bawah gawang Lazio. Meski unggul jumlah pe­main, Inter menutup babak pertama dengan skor sama kuat 1-1.

Keberuntungan tampak kembali menaungi Inter, saat Lazio kembali men­dapatkan kartu merah di menit ke-61. Kiper Bian­coceleste, Federico Mar­chetti, diusir karena meng­ganjal Icardi di dalam kotak terlarang. Penalti pun dibe­rikan. Namun sepakan Icar­di terbaca oleh kiper peng­ganti, Etrit Berisha.

Unggul jumlah, Inter terus menggempur Lazio. Upaya mereka baru berbuah hasil di menit ke-84, kem­bali melalui Hernanes. Itu jadi gol terakhir di laga ini, sekaligus jadi pil pahit untuk Lazio mengingat dua gol Inter diciptakan mantan pemainnya.

Meski menang, La Be­nea­mata dinilai sang pe­latih, Roberto Mancini, terlalu banyak membuang pe­luang. Dalam catatan ES­PNFC, setidaknya Inter me­norehkan 14 attempts, di mana 7 di antaranya tepat sasaran. Namun, keti­dak­mampuan mereka dalam menyelesaikan peluang a­khir dengan baik, membuat mereka hanya mampu me­norehkan dua gol.

“Sayangnya, kami terlalu banyak membuang peluang dan jika sebuah tim bermain dengan sembilan orang, bi­asanya mereka akan tam­pil bertahan,” ujar Mancini di Sky Sport

“Yang paling penting ada­lah kami menang malam ini. Pemain-pemain saya pu­nya kemampuan untuk men­ga­lirkan bola dengan cepat dan punya timing ba­gus ketika berduel satu la­wan satu. Kami tam­pil lebih baik di­ban­dingkan ketika meng­hadapi U­di­nes­e.” u­jarnya

“Pertandingan tadi cu­kup menghibur, apalagi La­zio sedang bagus-bagusnya musim ini. Ketika Stefano Mauri datang untuk merebut bola dari kami, seharusnya kami lebih banyak me­la­kukan pressing kepada me­reka,” kata Mancini.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

3 Bintang Muda Harapan Masa Depan Arsenal

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:43 WIB

Antonio Conte Siap Latih Manchester United

Selasa, 26 Oktober 2021 | 00:15 WIB

Marco Verratti Cedera, PSG Ditahan Imbang Marseille

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:55 WIB
X