Liga Eropa, Sevilla Pertahankan Gelar Juara

- Kamis, 28 Mei 2015 | 19:14 WIB

Hasil tersebut membuat Sevilla bukan cuma sukses mempertahankan gelar juara tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang bisa menjuarai Piala UEFA/Liga Europa sebanyak empat kali (2006, 2007, 2014, 2015). Dengan kemenangan atas Dni­pro ini Sevilla juga berhasil menjaga catatan sempurnanya di final Piala UEFA/Liga Europa. Dari empat kali me­nembus final ajang tersebut, Sevillistas mampu memenangi kesemuanya.

Pelatih Sevilla Unai Emery mengaku bahwa kesabaran membongkar pertahanan Dni­pro menjadi kunci meraih kemenangan.”Kami semua sangat menginginkan kom­petisi ini, seluruh Sevilla me­nginginkannya. Ada ba­nyak laga final sebelumnya, ini me­rupakan yang terbaru, me­lawan tim yang mengandalkan fisik dan kuat. Kebahagiaan yang membuat pekerjaan se­suai,” kata Emery seperti di lansir oleh As.

“Kami sudah berkompetisi dengan banyak kesulitan. Ka­mi harus bekerja apakah laga itu berpihak atau bertentangan dengan kami.Di pertengahan babak, kami berbincang dan kami harus tenang karena kami diminta untuk bertanding me­nye­rang dan bertahan. Grup ini layak mendapatkannya,” im­buhnya.

Meski gagal meraih trofi juara, kapten Dnipro Rotan mengatakan kalau timnya su­dah sukses dimusim ini. “Su­sah untuk mengatakan apa yang kurang dari kami malam ini, tapi kami bisa menyebut musim ini sebagai sebuah sukses. Kami tidak meraih trofi, tapi nyaris saja,” kata kapten Dnipro, Ruslan Rotan, di situs resmi UEFA.

Lebih Lanjut Rotan menga­takan kekalahan timnya di­akibatkan karena kesalahan sen­diri. “Lawan kami me­ngam­bil keuntungan dari ke­salahan-kesalahan kami dan kami membuat itu lebih ba­nyak daripada Sevilla. Mereka tangguh, mereka baru saja memenangi Liga Europa un­tuk kedua kalinya secara be­runtun.Mereka tidak mem­biarkan kami memainkan laga yang kami inginkan. Seringkali masalah kami adalah kami mundur terlalu dekat dengan gawang kami,” imbuhnya.

“Kami mencetak gol dan kemudian mundur lalu kebo­bolan dua kali. Setelah itu kami menyamakan kedu­du­kan, mengambil inisiatif lebih dahulu dan menyamakan skor. Babak kedua kami saling se­rang, tapi Sevilla mengambil keuntungan dari kesalahan kami. Pada akhirnya kami tidak punya kekuatan tersisa,” demikian Rotan. (h/mg-san)

Editor: Administrator

Terkini

Marco Verratti Cedera, PSG Ditahan Imbang Marseille

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:55 WIB

PSG vs Marseille: 3 Pemain Kunci Dari Kedua Tim

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:28 WIB

Chelsea vs Norwich: 3 Rekor Dicatat The Blues

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:49 WIB

Paulo Dybala Siap Tampil pada Derby d'Italia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:05 WIB
X