Kalahkan Peru, Chile Menuju Sejarah Baru

- Selasa, 30 Juni 2015 | 19:18 WIB

Chile langsung men­da­patkan pertanda bagus saat bek Peru Carlos Zambrano dikartu merah di menit ke-20. Zambrano menerima kartu kuning kedua setelah mengganjal Charles Ara­nguiz.Sejak saat itu Chile praktis bermain lebih do­minan, dengan persentase mencapai 72% berbanding 28% ketika laga usai seba­gaimana dicatat whoscored. Namun demikian, bukan berarti Peru tak bisa mem­berikan ancaman.

Chile tercatat punya 16 percobaan mencetak gol dengan lima mengarah ke gawang. Sementara Peru punya sembilan tembakan dan berhasil mengarahkan empat yang tepat sasaran di antaranya, plus satu upaya membentur tiang.Chile mem­­­buka skor di menit ke-42. Mulanya Alexis men­coba melepaskan umpan terobosan untuk Aranguiz yang berhasil menaklukkan jebakan offside. Tapi Ara­nguiz sendiri gagal mem­belokkan bola.

Pada prosesnya umpan Alexis malah membentur tiang gawang sebelah kanan. Bola pantulan itu kemudian berhasil dikuasai Vargas. Sempat berupaya digagalkan oleh bek Peru dengan tekel, Vargas pada akhirnya ber­hasil menggulirkan bola de­ngan pelan ke dalam ga­wang.

Kedudukan kembali sa­ma kuat di menit ke-60. Peru melakukan serangan balik lewat sisi kanan melalui Luis Advincula. Dia kemudian mengirimkan umpan silang ke tengah kotak penalti yang coba dipotong oleh Medel. Nahas bagis Medel, bola malah masuk ke gawangnya sendiri.

Namun skor imbang ini tak bertahan lama. Hanya empat menit berselang sejak gol bunuh diri Medel, Var­gas mencetak gol lainnya untuk membawa Chile kem­bali unggul.Menerima so­doran Medel, Vargas dengan spek­takuler melepaskan tem­­­bakan keras dari luar kotak penalti. Bola ber­sarang di pojok kiri ga­wang Pedro Gallese.Gol tersebut menjadi gol ter­akhir di laga ini

Lolos ke final adalah target yang diusung Chile sejak awal digelarnya Copa America. Mencapainya de­ngan memenangi laga sulit di semifinal, pelatih Chile Jorge Sampaoli pun puas. “Men­capai final di kandang ber­sama La Roja adalah mimpi yang ingin kami capai. Peru punya pemain-pemain yang bernilai dan mereka mem­buat kami menderita,” ujar Sampaoli

“Mereka memainkan la­ga yang hebat. Dalam per­tandingan-pertandingan yang kami mainkan di Copa America 2015, ini adalah yang paling rumit. Kami sangat senang dengan ke­menangan ini. Kami meng­hadapi rival yang sangat sulit dan lawan di final sama saja. Kami harus memulihkan penampilan di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” imbuhnya.

Penyerang Peru Paolo Guerrero menyesalkan kar­tu merah yang diterima re­kan setimnya. “Aku pikir pengusiran Zambrani sedikit sulit. Aku tidak menge­luhkan tentang kinerja wasit tapi emang ada banyak ke­putusan-keputusan di luar ekspektasi. Seandainya tadi bermain 11 lawan 11, maka ceritanya mungkin akan berbeda,” imbuh dia. (h/mg-san)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Profil Gavi, Maestro Baru di Lini Tengah Barcelona

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:42 WIB

3 Bintang Muda Harapan Masa Depan FC Barcelona

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:16 WIB

3 Hal Positif dari Kemenangan PSG Atas RB Leipzig

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Profil Anthony, Bintang Baru Ajax dari Brasil

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:01 WIB

SEA Games Ditunda Sampai Mei 2022

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:42 WIB
X