Rekaman Hanya Dibuat-buat

Administrator
- Kamis, 2 Juli 2015 | 18:55 WIB

Saat rekaman tersebut di­beberkan oleh Tim Advo­kasi Indonesia Vs Mafia Bola, memang disebutkan bahwa percakapan telepon itu sengaja dilakukan oleh ‘BS’ untuk “memancing”. Dan telepon-teleponan itu disaksikan oleh pihak Ke­men­pora.

Roy Suryo tiba-tiba ang­kat bicara mengenai reka­man tersebut. Ia menilai rekaman tersebut sengaja dilakukan di kantor Kemen­pora, tepatnya di lantai tiga, dan terkesan hanya dibuat-buat.”Ya, itu sengaja dire­kam di lantai 3 (Kemen­pora) dan sengaja dibuat. Polisi tinggal melihat CDRI (Call Data Record Infor­mation) saja kok. Bakal lebih mudah lagi kalau di­tam­­bah metode intercepting (pe­nyadapan) yang dila­ku­kan­ KPK. Konten per­cakapa­n­­­nya akan terekam juga se­­muanya,” ujar Roy, Kamis (2/7).

“Saya tidak mau men­dahului pihak kepolisian. Yang pasti, jika memang mau diungkap, pihak ke­polisan itu pasti bisa dengan mudah mengungkap kasus mafia ini. Siapa yang bicara dan lewat mana pem­bi­ca­raannya gam­pang sekali ke­tahuannya,” kata pria yang juga pengamat telematika itu.

Lewat akun twitter-nya Roy juga me-retweet be­berapa orang yang menyebut rekaman tersebut “abal-abal”, karena merupakan rekayasa.Menanggapi per­nyataan Roy, Sekretaris Men­pora Alfitra Salamm me­m­benarkan bahwa pem­bicaraan telepon itu me­mang dilakukan di kantor Kemenpora. Ia lalu me­nekankan bahwa subs­tan­sinya adalah pihaknya se­dang berusaha menyelidiki dugaan praktik-praktik match fixing.

“Memang benar kok ke­ja­diannya seperti itu, di ruang rapat lantai 3. Malam-malam, sekitar jam 20.00 WIB. Saya memang dengar langsung BS telepon-tele­ponan dengan orang (ban­dar) itu. Selain saya ada staf khusus Faisol Riza,” tutur Alfitra (2/7).

“Jadi itu murni ada. Omo­ngan Pak Roy yang bilang itu rekayasa, tidak benar. Saya dengar langsung kok di lokasi.Memangnya kalau dilakukan di kantor Kemenpora kenapa? BS memang ingin mem­buk­tikan kepada saya kok. Itu saja. Dan terbukti kalau dari pengakuan BS bahwa ada dugaan match fixing. Menu­rut dia ‘kan ada. Saya hanya mendengar teleponan dia dengan bandar itu.”

Alfitra menambahkan, rekaman itu sedang di­pro­ses di Bareskrim Polri, yang sudah berkoordinasi dengan pihaknya.”Sekarang di biro hukum. Selanjutnya kami siap membantu Bares­krim, apakah data-data yang lain jika ada di Kemenpora, akan kami laporkan,” cetus­nya. (h/dtc)

Editor: Administrator

Terkini

Napoli vs Atalanta: La Dea Taklukan Partenopei 3-2

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:20 WIB

Thomas Tuchel: Chelsea Lakukan Banyak Kesalahan

Minggu, 5 Desember 2021 | 00:30 WIB

Tim Bulutangkis PWI Solsel Juara 2 di Ajang Porwanda

Sabtu, 4 Desember 2021 | 20:35 WIB

Semua Hal yang Perlu Diketahui Tentang AFF Suzuki Cup

Sabtu, 4 Desember 2021 | 16:41 WIB

5 Lulusan Terbaik dari Akademi Sporting CP

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:18 WIB

5 Pemain Bintang yang Pernah Membela RC Lens

Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:49 WIB
X