Chile Ukir Sejarah

Administrator
- Minggu, 5 Juli 2015 | 19:25 WIB

Setahun berselang  dalam sebuah turnamen edisi ekstra, tapi masih diakui secara resmi oleh CONMEBOL, Chile mengalami nasib yang sama. Kali ini, mereka harus puas menjadi runner-up di bawah Uruguay.Ketika masuk ke era Copa America, Chile dua kali menjadi runner-up lagi, masing-masing pada tahun 1979 dan 1987. Pada dua edisi tersebut, Chile kalah dari Paraguay dan Uruguay di partai puncak.

Baru pada tahun ini, Chile kembali melangkah ke final. Kali ini, mereka tidak gagal. Setelah mendominasi sepanjang 120 me­nit, Chile menang 4-1 atas Argen­tina lewat adu penalti. Keme­nangan tersebut membuat Argen­tina kembali gigit jari. Dalam empat edisi terakhir, termasuk tahun 2015, Argentina tiga kali melaju ke final. Namun, pada tiga kesempatan tersebut, ‘Tim Tango’ selalu kalah.

Sebelum takluk di tangan Chile, Argentina dua kali takluk dari Brasil pada edisi 2004 dan 2007. Sampai saat ini, Argentina adalah kolektor runner-up ter­banyak dengan catatan 13 kali menjadi runner-up.

Gelar juara ini disebut Arturo Vidal sebagai titel yang dibu­tuhkan oleh Chile. “Orang-orang Chile butuh satu kemenangan, suatu hal seindah menjadi juara Copa Ame­rica, saya pikir meru­pakan apa yang dibutuhkan ne­gara ini,” ka­­ta Vidal di si­tus res­mi Co­pa Ame­rica.

Kendati sudah juara, Chile tak lan­tas puas. Vi­dal lang­sung be­ru­jar bahwa La­ Roja akan segera ber­juang ke­­ras me­nu­­ju Piala Dunia beri­kutnya yang akan ber­lang­­­sung di Ru­sia. ”Se­karang, ka­mi akan ber­­juang mak­­simal un­tuk Piala Du­nia be­ri­kut­nya. Ta­pi, hari ini ka­mi men­capai lang­kah luar bia­sa dan ge­nerasi ini layak men­dapat­kan­nya,”­ ucap ge­landang yang dimiliki Juventus itu. Pelatih Argentina, Gerardo Martino, menganggap timnya tak pantas kalah dari Chile di final Copa America 2015. Melihat jalannya laga, Martino menyebut tim Tango harusnya keluar seba­gai pemenang.

“Dalam waktu 120 menit, dalam sebuah pertandingan yang sangat berkualitas di mana kedua tim saling meredam, saya pikir tim yang harusnya menang adalah Argentina,” ucap Martino seperti dikutip Reuters.

“Kami punya peluang lewat Nico, Pocho, dan Gonzalo pada akhir laga, yang harusnya mengu­bah hasil akhir pertandingan,” lanjutnya.

Menurut Martino, setelah kegagalan di Copa America tahun ini, Argentina tak membutuhkan perombakan besar di masa men­datang.”Dalam waktu singkat kami menemukan sebuah gaya main dan kami sudah cukup bagus. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan,” kata mantan pelatih Barcelona itu. (h/mg-san)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jose Mourinho Minta AS Roma Datangkan Diogo Dalot

Selasa, 7 Desember 2021 | 01:30 WIB

Dries Mertens Ingin Bertahan di Napoli

Selasa, 7 Desember 2021 | 00:15 WIB

Fiorentina Selangkah Lagi Dapatkan Jonathan Ikone

Senin, 6 Desember 2021 | 06:05 WIB

Jika Benitez Dipecat, Mourinho Bakal Latih Everton

Senin, 6 Desember 2021 | 03:50 WIB

3 Formasi Real Madrid Tanpa Kehadiran Karim Benzema

Minggu, 5 Desember 2021 | 17:32 WIB
X