Kisah Rui Costa, Maestro Lapangan Tengah yang Tetap Berjaya

- Jumat, 3 Desember 2021 | 15:40 WIB
Rui Costa saat memperkuat Fiorentina
Rui Costa saat memperkuat Fiorentina

Benfica mengalami krisis keuangan pada tahun 1994 dan terpaksa melepas Rui Costa untuk mengatasai permasalahan tim. Fiorentina yang saat itu dimiliki oleh Cecchi Gori ini tertarik untuk memboyong gelandang serang Benfica ini. 

Baca Juga: Mengenang Kejayaan Torino, Raksasa Italia Era 40an dan Tragedi 4 Mei 1949

Fiorentina pun mendapatkan Rui Costa senilai 6 juta Euro dari Benfica pada tahun 1994. Rui Costa mulai mendapatkan permainan terbaiknya dan dikenal oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia saat ia memperkuat Fiorentina.

Ketika itu pada era 90an Serie A menjadi kompetisi sepak bola terbaik di dunia karena para pemain-pemain top dunia menjalankan karir sepak bolanya disana. Rui Costa yang saat itu berusia 22 tahun saat bergabung dengan Fiorentina langsung menunjukan performa terbaiknya. 

Rui Costa bersama Gabriel Batistuta sukses mencetak 26 gol untuk Fiorentina pada musim 1994/1995. Ia sukses menyumbangkan sembilan gol untuk Fiorentina di musim pertamanya. Duet maut Rui Costa dan Batistuta pun tercipta setelah mereka berdua mampu bermain dengan sangat baik dan membawa La Viola meraih dua gelar di era 90an. 

Puncak kejayaan duet maut Rui Costa dan Batistuta terjadi pada musim 1998/1999. Fiorentina dengan diperkuat kedua pemain tersebut serta pemain-pemain top lainnya ini mampu berbicara banyak di kompetisi eropa dan hampir mendapatkan scudetto ketiga pada musim tersebut. 

Baca Juga: Mengenang Winning Team Sampdoria dan Scudetto 1991

Publik Firenze memberikan julukan "il Maestro Fiorenze" atau "The Maestro" kepada Rui Costa berkat kepiawainnya mengontrol lini tengah, membantu serangan, dan tak jarang mencetak gol untuk La Viola. Ia sangat dielu-elukan oleh publik Firenze karena ia bersama Batistuta mampu membawa La Viola tampil sangat impresif di akhir era 90an.

Namun duet maut tersebut akhirnya berakhir setelah Batistuta merapat ke AS Roma pada tahun 2000. Krisis keuangan yang melanda Fiorentina membuat pihak tim akhirnya terpaksa melepaskan Rui Costa untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebelum ia meninggalkan tim yang membesarkan namanya, ia berhasil memberikan gelar Coppa Italia untuk Fiorentina pada musim 2000/2001. 

Sang Maestro akhirnya berlabuh di kota Milan dengan bergabung AC Milan pada tahun 2001 dengan nilai transfer 43 juta Euro. Ia berhasil membawa AC Milan meraih banyak gelar termasuk gelar Liga Champions musim 2002/2003.

Halaman:

Editor: Bayu Christian

Sumber: harianhaluan.com, Pandit Football

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barcelona Tolak Permanenkan Adama Traore

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:20 WIB
X