Kisah Rui Costa, Maestro Lapangan Tengah yang Tetap Berjaya

- Jumat, 3 Desember 2021 | 15:40 WIB
Rui Costa saat memperkuat Fiorentina
Rui Costa saat memperkuat Fiorentina

Kedatangan pemain muda asal Brazil yakni Kaka pada tahun 2003 membuat ia tak lagi menjadi salah satu pemain andalan tim. Kaka yang saat itu masih berusia 21 tahun mampu menggantikan Rui Costa yang sudah sangat berpengalaman. 

Rui Costa bertahan hingga tahun 2006 bersama AC Milan dan kemudian kembali ke tim masa kecilnya dulu yakni Benfica pada tahun 2006 dan pensiun di klub tersebut pada tahun 2008 diusianya yang ke-36 tahun. 

Sang Maestro tetap berjaya meskipun sudah tak menjadi pesepak bola. Rui Costa dipercaya menjadi direktur olahraga Benfica setelah ia gantung sepatu dan sukses membawa pemain-pemain terkenal seperti Pablo Aimar, José Antonio Reyes dan striker asal Honduras David Suazo pada bursa transfer musim panas 2008.

Pada 10 Oktober 2021 Rui Costa resmi terpilih menjadi presiden Benfica yang ke-34. Sang Maestro masih menunjukan kepiawaiannya meskipun kini sudah tak menari di lapangan hijau lagi. Ia tetap dalam bidangnya dan tetap melanjutkan kejayaannya di sepak bola. 

Rui Costa menjadi salah satu pemain yang menjadi legenda di tiga klub besar yakni Benfica, Fiorentina, dan AC Milan. Puncak kejayaannya sebagai pesepak bola ketika ia memperkuat Fiorentina meskipun ia hanya berhasil membawa tim yang berasal dari kota Firenze tersebut meraih dua gelar Coppa Italia dan satu gelar Supercoppa Italiana. 

Gelar Coppa Italia musim 2000/2001 adalah gelar terakhir yang mampu diraih Fiorentina dan hingga kini La Viola belum meraih gelar bergengsi lagi setelah Rui Costa berhasil meraih Coppa Italia pada musim tersebut. Duet mautnya bersama Batistuta tak akan dilupakan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia. 

Halaman:

Editor: Bayu Christian

Sumber: harianhaluan.com, Pandit Football

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barcelona Tolak Permanenkan Adama Traore

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:20 WIB
X