Manajer Mana yang Paling Banyak Menangkan Gelar Liga Champions?

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 15:49 WIB
Carlo Ancelotti (Dwi Prima Putra)
Carlo Ancelotti (Dwi Prima Putra)

HARIANHALUAN.COM - Carlo Ancelotti, yang kembali memimpin Real Madrid pada 2021-22, sedang dalam proses untuk mengklaim sejarah Liga Champions UEFA.

Manajer asal Italia, yang memenangkan kompetisi ini sebagai pemain dengan AC Milan ketika disebut Piala Eropa (1989, 1990), sedang berusaha untuk memimpin tim keempat menuju kejayaan Liga Champions sebagai manajer.

Sungguh luar biasa untuk berpikir sudah delapan tahun sejak terakhir kali dia mengangkat trofi. Dan mencapai final 2022 bukanlah hal yang mudah setelah Real Madrid menghadapi rintangan dalam tiga pertandingan babak sistem gugur berturut-turut.

PSG, Chelsea, dan kemudian Manchester City semuanya tampaknya memiliki keunggulan atas Real Madrid dalam pertarungan sistem gugur mereka, di mana mereka akan bertemu Liverpool di final.

Manajer The Reds saat ini Jurgen Klopp telah memenangkan kompetisi ini satu kali sebelumnya dengan Liverpool (vs Tottenham Hotspur) dan dia ingin masuk kelompok elit enam pelatih kepala lainnya yang merebut trofi Liga Champions dua kali. Nama-nama tersebut termasuk legenda seperti Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho, yang telah memenangkan beberapa kali sejak berganti nama menjadi Liga Champions 1992-93.

Baca Juga: Para Bintang Baru yang Lahir di Liga Champions Musim Ini

Carlo Ancelotti - 3 gelar Liga Champions: 2002-03, 2006-07, 2013-14

Ancelotti akan selamanya dihargai oleh Madridistas sebagai orang yang mendalangi La Decima, kesuksesan Piala Eropa ke-10 mereka. Mereka membutuhkan gol penyeimbang Sergio Ramos untuk membawa laga melawan Atletico Madrid ke perpanjangan waktu di Lisbon delapan tahun lalu sebelum Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo memastikan kemenangan 4-1.

Sebelum itu, Ancelotti memimpin pertandingan final dengan nilai hiburan yang kontras saat tim AC Milan nya menang melalui adu penalti melawan Juventus menyusul hasil imbang 0-0 di Manchester pada tahun 2003, sebelum akhirnya berhasil unggul 3-0 di babak pertama melawan Liverpool yang bangkit dikepalai Steven Gerrard di Istanbul dua tahun kemudian, di mana mereka menderita sakit hati mereka sendiri dari jarak 12 meter.

Halaman:

Editor: Dwi Prima Putra

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X