Mengulik Perjalanan Terjal Apriyani Rahayu, dari Konawe ke Jakarta lalu ke Tokyo

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:45 WIB
Apriyani Rahayu
Apriyani Rahayu

 

HARIANHALUAN.COM - Apriyani Rahayu masih belum bisa percaya. Air mata dan keringat masih terasa basah di wajahnya. Dia baru saja memenangkan juara satu ganda putri bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020, membawa pulang medali emas dalam debutnya di Olimpiade.

Bersama Greysia Polii, perempuan berusia 23 tahun itu berhasil mengandaskan perlawanan Chen Qingchen/Jia Yifan, di final ganda putri pada Senin, 2 Agustus 2021. Greysia/Apriyani berhasil menang atas Chen Qinchen/Jia Yifan, dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Baca Juga: Ini Kata ICW Usai Terima Somasi dari Moeldoko

Usai pertandingan, Apriyani berujar bahwa dia belum sepenuhnya percaya dengan pencapaiannya. Perasaannya campur aduk.

Selama bermain, dia dan Greysia mengaku hanya fokus untuk memenangkan poin demi poin. Tak terlintas dalam benak mereka akan berhasil meraih medali emas.

Hal tersebut tak luput dari perhatian Raja Sapta Oktohari, Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Okto melihat bahwa Greysia/Apriyani bermain tanpa beban sama sekali, selalu tersenyum terlebih dulu, hingga menjuluki mereka the smiling warrior.

Baca Juga: Greysia/Apriyani Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo

Okto melanjutkan bahwa sejak awal permainan pasangan ini sudah terlihat dominan. Menurut dia, kerja sama semua tim yang terlibat telah mengantarkan Greysia/Apriyani ke gerbang kemenangan, meskipun mereka sebenarnya tidak diunggulkan. Okto yakin selalu ada keajaiban di setiap penyelenggaraan Olimpiade.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Bupati Lepas Atlet Pasaman ke PON XX Papua, Ini Pesannya

Senin, 27 September 2021 | 12:53 WIB

Panitia Besar PON XX Papua Apresiasi Kesigapan PLN

Minggu, 26 September 2021 | 19:05 WIB
X