Kualitas Air PDAM Padang Dipertanyakan Warga

Administrator
- Jumat, 16 Januari 2015 | 20:23 WIB

“Walaupun sudah dimasak sampai mendidih, kami tetap ragu untuk meminum air dari kran PDAM, soalnya tidak ada infor­masi pasti soal kualitas air tersebut. Apakah layak untuk dipakai mandi cuci kakus (MCK) saja, atau memang sudah layak dikonsumsi sebagai air minum. Sumber airnya tak jelas, uji kelaya­kannya juga tidak diketahui pe­langgan,” ucap Endra.

Lain pula halnya dengan Bob (26), warga Siteba yang mengaku saluran air PDAM ke rumahnya sering kali mati, padahal ia yakin tidak pernah telat membayar. Sedangkan untuk kualitas air, Bob yakin air PDAM sudah se­suai dengan standar kualitas yang seharusnya.

“Kalau dari segi kea­ma­nannya tidak masalah. Saya yakin PDAM selalu melakukan uji kelayakan, tidak mungkin sem­barangan karena ini tergan­tung kesehatan warga. Tapi di rumah saya dan beberapa rumah tetangga air sering kali mati tiba-tiba, padahal kami tidak pernah telat membayar kewajiban, apalagi me­nunggak. Kenapa air malah sering mati,” tanya Bob.

Dari segi kualitas, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, dr. Eka Lusti, mengung­kapkan kepada Haluan, syarat kualitas air minum untuk dikon­sumsi telah diatur secara jelas, salah satunya dalam peraturan menteri kesehatan (Permenkes) nomor 492 tahun 2010. Sehingga standar kualitas air harus meme­nuhi persyaratan yang tertera dalam peraturan tersebut.

“Sudah jelas dalam Per­men­kes 492 tahun 2010. Ada syarat tertentu mengenai kualitas air minum layak konsumsi. Salah satunya tidak berasa dan tidak berbau. Lebih lengkapnya silah­kan dilihat dalam Permenkes tersebut. Untuk dikonsumsi war­ga Kota Padang, saya merasa kualitas air PDAM sudah cukup baik jika sudah dimasak hingga mendidih,” tutur Eka.

Ketika ditanyakan apakah PDAM memiliki kewajiban me­lakukan uji kelayakan kualitas tersebut pada DKK, Eka menga­ku dulu PDAM pernah me­la­kukannya. Namun sudah be­berapa waktu ke belakang PDAM tidak pernah lagi melakukan uji kelayakan ke DKK. Namun sam­pel air PDAM selalu diin­truk­sikan oleh DKK untuk diuji oleh seluruh Pusat Kesehatan Masya­rakat (Puskesmas) yang ada di Kota Padang.

“Uji kelayakan memang harus dilakukan secara berkala. Namun PDAM Kota sudah cukup lama tak melakukan uji kelayakan ke DKK. Mungkin PDAM mela­kukan uji kelayakan tersebut kepada lembaga non pemerintah, itu sah-sah saja. Tapi sedapat mungkin air yang dikonsumsi itu, warga mengetahui kualitasnya,” tambah Eka.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Haluan masih berupaya untuk menghubungi Direktur Utama PDAM Kota Padang, Suloko, untuk dimintai keterangan mengenai kualitas sebenarnya dari air minum yang disalurkan oleh PDAM untuk warga Kota Padang. (h/mg-isq)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

384 Pejabat Pemko Padang Dilantik Hendri Septa

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:46 WIB
X