2014, Empat Pemenang Tender Mangkir

- Selasa, 27 Januari 2015 | 18:58 WIB

Mahyeldi memaparkan, dengan pemanfaatan IT sudah saatnya ULP bekerja pro­fe­sional dengan sistem yang modern, sehingga setiap kerja sama dengan pihak ketiga mencapai hasil yang optimal. “Kita bersentuhan dengan pihak ketiga. Di sisi lain pem­ko mengemban amanah rak­yat. Jadi, banyak faktor yang bisa mempengaruhi objek­tivitas kita. Itulah sebabnya kita harus profesional,” pa­parnya.

ULP juga diminta untuk membuat sebuah komitmen dengan perusahaan selaku pihak ketiga, di mana dengan ko­mitmen tersebut mem­per­kecil kemungkinan mereka untuk ‘kabur’ begitu saja sebe­lum menyelesaikan pekerjaan­nya.

Kasus yang terjadi bukan saja soal kaburnya pelaksana proyek, lanjut Mahyeldi, ada juga hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. ”Dalam pe­ngadaan barang, seringkali hasil barang kualitas di bawah standar,” ujarnya.

Kasus pada 2014, peru­sahaan yang memenangkan tender untuk pengerjaan Pasar Raya Fase VII, Pasar Lubuk Buaya, irigasi Limau Manih Selatan, pengadaan kontainer sampah dan lain-lain. Pelak­sananya tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kon­trak. “Perusahaan ini kita la­por­kan dan minta pihak ber­wajib memprosesnya. Ke de­pan kita tidak mau kasus serupa terjadi lagi,” tukas Mahyeldi. (h/ows)

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:20 WIB
X