Suspect Difteri Kembali Bertambah

- Kamis, 5 Februari 2015 | 19:32 WIB

Bertambahnya pasien suspect difteri yang dirawat di RSUP M. Djamil dibenarkan oleh Pejabat Pemberi Informasi dan Doku­men­tasi (PPID) RSUP M. Djamil Gus­tia­nof kepada Haluan. “Memang benar, ada dua pasien suspect difteri yang baru masuk sore kemarin. Tapi statusnya masih sus­pect. Jadi, total hingga hari ini ada 6 pasien yang tengah dirawat,” ucap Gustianof.

Sementara, dr. Rinang Mariko selaku anggota tim dokter pena­nganan kasus difteri di RSUP M. Djamil mengungkapkan kepada wartawan dalam jumpa pers, bahwa 2 pasien yang tengah dirawat telah dinyatakan positif difteri dan sedang menjalankan proses pengobatan. Sedangkan 4 pasien lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk ditetapkan apakah positif difteri atau tidak.

Terkait dengan langkah pence­gahan, Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) telah mem­beri vaksin anti difteri terhadap 33 ribu anak, dari 250 ribu anak yang menjadi targetKepala DKK Padang dr. Eka Lusti  berjanji pemberian imunisasi akan lebih digencarkan demi mencapai target 250 ribu anak dalam bulan Februari.

“Berdasarkan data dari puskes­mas dan posyandu, terdapat sekitar 217 ribu anak usia 2 bulan hingga 15 tahun yang akan diimunisasi masal. Namun kita memperkirakan ada anak yang tidak terdata sehingga target kita tetap 250 ribu. Selain itu kita juga akan menyelaraskan data dengan data yang ada pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskucapil),” tutur Eka. Pemberian imunisasi masal DPT bukan tanpa kendala. Eka menyebutkan masalah yang kerap ditemukan oleh tim medis di lapa­ngan yaitu masih adanya orangtua yang tidak menye­tujui anaknya diberi diimunisasi.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Andaleh dr. Desi, menurutnya saat imunisai dilakukan di beberapa posyandu, beberapa orangtua masih menolak. Padahal pemberian imunisasi DPT pada anak sangat penting di tengah situasi KLB difteri seperti saat ini.

“Sejauh ini dari 88 posyandu yang ada di Kecamatan Padang Timur, sudah setengah yang melaksanakan imunisasi masal, kita targetkan selesai dalam bulan ini. Selain Pos­yan­du, kita juga akan melaksa­nakan imunisasi masal di sekolah-sekolah yang ada di Padang Timur. Kita cukup heran masih ada orangtua yang meno­lak, padahal kita sudah menjelaskan tentang bahaya difteri. Kita berharap teman-teman media juga terus men­sosialisasikan pentingnya imunisasi masal kali ini,” ucap Desi.

Ia melanjutkan, bagi orangtua yang enggan anaknya diimunisasi, pihak puskesmas akan mencatat datanya. Kemudian puskesmas akan menyurati kelurahan agar mem­bantu melakukan pendekatan kepa­da warga yang menolak anaknya diimunisasi DPT. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X