Air PDAM Padang Kembali Dikeluhkan

- Jumat, 6 Februari 2015 | 19:49 WIB

“Sudah dua hari air mati. Pada hari ke tiga hidup kembali, itupun tidak sampai setengah hari. Se­dangkan kualitas airnya kotor, berbau dan mengandung pasir. Pokoknya tidak bisa digunakan untuk apa-apa, padahal air adalah kebutuhan utama kami,” ucap Winda dengan nada kesal.

Winda melanjutkan, dalam sebulan air PDAM mati berkali-kali bahkan sampai 3-4 hari. Namun tidak ada penjelasan apa-apa dari petugas PDAM kepada warga setempat terkait buruknya kualitas dan kuantitas air yang disalurkan untuk warga tersebut.

Keluhan serupa juga dirasakan Ani (29), warga Parak Karakah, mengaku banyak aktifitas rumah tangga yang terganggu akibat bu­ruk­nya saluran air yang di­alirkan oleh PDAM ke rumahnya.

“Kadang hidup, kadang mati. Sekali hidup hanya sebentar dan tidak bisa dipakai. Jangankan untuk minum atau mandi, untuk mencuci saja tidak bisa digunakan, karena airnya mengandung pasir. Padahal tidak kurang dari Rp60-70 ribu saya bayarkan sebagai bentuk kewajibannya konsumen PDAM. Tapi, balasan yang dibe­rikan PDAM sungguh mengec­ewakan,” kesal Ani.

PDAM Tidak Terbuka Soal Hasil Uji

Terpisah, pengamat lingkungan yang juga Direktur Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Uni­versitas Andalas (Unand), Bus­tanul Arifin menilai PDAM perlu memperbaiki kinerja untuk menjawab keluhan warga yang sudah setiap hari selalu ada soal buruknya kualitas dan kuantitas air yang disalurkan PDAM.

“Air itu sumber kehidupan. Dalam hal ini warga membayar aliran air yang disalurkan PDAM, namun setiap hari kita mendengar warga mengeluh soal air mati, berbau dan berpasir. Padahal hak mereka mendapatkan air bersih yang layak. Untuk itu, PDAM harus mengalirkan air yang lulus kom­petensi untuk dikonsumsi,” pinta Bustanul.

Ia melanjutkan, sejauh ini belum terdengar bagaimana hasil uji air PDAM. Sehingga untuk berbicara lebih jauh tentang kua­litas dan kuantitas air tersebut tidak bisa dilakukan, karena PD­AM tidak pernah melakukan trans­paransi terkait air yang dikelola.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X