Pedagang Meradang, Pakaian Bekas Dilarang

- Jumat, 6 Februari 2015 | 19:49 WIB

“Pakaian yang saya jual ini, sudah saya rendam dan cuci terlebih dahulu. Selain itu, pelanggan pasti mencucinya lagi sebelum dipakai. Pelang­gan saya kebanyakan maha­siswa, mereka tidak pernah mengeluh soal pakaian yang saya jual. Malahan, yang sekali belanja jadi ketagihan karena harga pakaian ini murah dan masih bagus,” ucap Ijonk.

Ijonk juga merasa kesal dengan langkah pemerintah dalam melarang penjualan pakaian bekas, karena saat ini ia dan pedagang lain terancam kehilangan pekerjaan untuk menyambung hidup. “Kalau ada standar tertentu dalam membersihkan pakaian se­belum boleh dijual, tentu akan kami lakukan. Jangan main larang saja, dengan apa anak istri saya mau makan,” ke­salnya.

Hal senada diungkapkan Epi, pedagang pakaian bekas di Gunung Pangilun. Mes­kipun ia baru mengetahui pelarangan menjual pakaian bekas, ia mengaku santai kare­na tidak merasa menjual ba­rang terlarang.

“Saya baru tahu informasi pakaian bekas dilarang. Yang jelas pakaian ini selalu saya cuci sebelum digantung di toko. Lagian, selama ini tidak ada pelanggan yang mengeluh setelah memakai pakaian be­kas yang saya jual,” tutur Epi.

Meskipun sudah beredar informasi tentang bahaya meng­­gunakan pakaian bekas. Se­­bagian pelanggan juga mengaku tidak peduli, karena sebelum memakai pakaian bekas telah memastikan pakai­an tersebut aman dan steril.

Fajri, salah seorang pem­beli mengatakan, ia memang setia dengan pakaian bekas. Selain bersahabat dengan kan­tong, ia mengaku tidak pernah merasakan penyakit apa-apa, karena menggunakan pakaian bekas.

“Pakaian bekas impor itu modelnya tidak pasaran. Se­lain itu, harganya murah. Selain irit, kita juga bisa modis. Soal penyakitnya, saya selalu cuci dengan air panas sebelum memakainya. Bahkan saya tak pernah merasa gatal-gatal,” tutur Fajri. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB
X