Nofi Candra Kritisi Pencoretan Suhardi Alius

- Minggu, 8 Februari 2015 | 19:58 WIB

Menurutnya, pas­­ca pe­neta­pan Jenderal Budi Gu­nawan (BG) seba­gai tersangka oleh KPK beberapa wak­tu lalu, pihak Polri lantas me­ngu­­sulkan lima na­ma sebagai peng­ganti BG termasuk nama Suhardi Alius. Namun nama putra Tanjung Alai Kabupaten Solok dan alumni Ak­pol ang­katan 85 ini dicoret oleh Kompolnas dengan alasan karena masih muda dan masa pensiunnya masih lama atau selama 65 bulan lagi. “ Ini yang tidak logis, alasan­nya terlalu dipaksakan, “ ungkap senator asal Sumbar ini.

Pi­haknya memandang, Ken­dati masih muda, menurutnya Komjen Suhardi Alius adalah seorang perwira berprestasi di tubuh Polri, karena sebagai jenderal muda Suhardi Alius, sudah mampu menjabat sebagai Ka­bag Reskrim selama ham­pir dua tahun. “Ini bukti dia (Suhardi) seorang yang berprestasi, “ tegasnya.

Dalam pemilihan calon Kapolri, Nofi mengatakan Kompolnas tak berhak mencoret siapa pun dari daftar calon Kepala Kepolisian RI, terma­suk mantan Kabareskrim Suhardi Alius. Karena dalam pemi­lihan calon Kapolri, siapa saja calon yang masuk bursa telah dibahas dan dise­leksi dalam sidang Dewan Kepang­katan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). “ Harusnya Kompolnas juga meng­hargai proses yang telah dilakukan oleh Wanjakti ini,” katanya.

Sejatinya menurut Nofi, Kom­pol­nas juga mempertimbangkan na­ma Suhardi Alius yang sebe­lumnya telah diusulkan oleh Wan­jakti seba­gai satu dari lima kandidat yang ba­kal me­mim­pin institusi Polri, dan bukan malah melakukan penzalim­an ter­ha­d­ap seorang perwi­ra tinggi yan ber­prestasi. “Kita dengan  Kom­pol­nas, yang berprestasi dico­ret, yang kontro­versial malah diusulkan,” bebernya

Sebelumnya, penggiat antiko­rupsi Jerry Sumampow mengajak publik untuk mengawasi proses seleksi kepala Polri baru jika nan­tinya Presiden Joko Widodo mem­batalkan pelantikan calon kepala Polri terpilih Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Di antara empat calon kepala Polri yang akan diaju­kan Komisi Kepo­lisian Na­sional, salah satu calon, yakni Kom­jen Budi Waseso, dianggap titipan partai politik.

“Saya curiga Budi Waseso ini sama saja dengan Budi Gunawan, sama-sama titipan partai,” kata pegiat antikorupsi, Jerry Sumam­pow, da­lam sebuah diskusi di Jakarta, pekan lalu yang dilansir kompas.com.

Jerry mengatakan, dalam posisi saat ini, Presiden memang sudah tidak memungkinkan untuk me­lantik Budi Gunawan sebagai Ke­pa­la Polri. Sebab, penolakan publik terhadap Budi Gunawan sudah sangat luas setelah yang bersang­kutan menjadi tersangka korupsi oleh KPK. Oleh karena itu, dimun­culkan strategi baru. “Jadi, Budi Gunawan enggak mungkin disela­matkan. Orangnya Budi Gunawan mengusulkan nama lain dan itu dilakukan lewat jalurnya Kompol­nas,” ucap Jerry.

Salah satu indikasinya, kata Jerry, dapat terlihat dari penang­kapan dilanjutkan penetapan ter­sang­ka Wakil Ketua KPK Bam­bang Widjojanto, beberapa waktu lalu. Penangkapan itu dilakukan oleh Bareskrim Polri yang saat itu baru dipimpin oleh Budi Waseso.(h/ndi)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB
X