DPRD Kebut Ranperda Ketahanan Pangan

- Senin, 9 Februari 2015 | 19:45 WIB

Disampaikannya, Ranperda Ketahanan Pangan dikejar untuk segera disahkan mengingat pentingnya subtansi yang terdapat dalam Ranperda tersebut. Hingga sekarang, beberapa hal yang berhubungan dengan  masalah pangan masih  jadi momok yang menghantui masyarakat. Mulai  dari harga yang tidak stabil, masih terjadinya kelangkaan barang, hingga keamanan produk pangan masih jadi masalah yang belum terpecahkan.

“Salah satu contoh bisa dilihat pada permasalahan apel impor mengandung bakteri yang belum lama ini meng­hebohkan masyarakat,” ujarnya. Kendati telah ada pernyataan dari Kementerian Perdagangan yang menyebutkan dua merek produk apel impor mengandung bakteri berbahaya, namun saat larangan itu keluar masih ditemui kedua merek apel tetap beredar dipasaran.

“Hal itu masih terjadi karena kita belum memiliki regulasi yang kuat  dalam mengatur keluar masuknya produk pangan yang datang ke sini,” tegas politisi dari Fraksi Gerindra tersebut.  Maka dari itu, lanjutnya, dengan disahkan Ranperda Ketahanan Pangan diharapkan segala macam yang berkaitan dengan permasalahan tadi bisa terpecahkan. “Selain mengatur produk pangan yang masuk ke Sumbar, item lain yang akan diatur Perda ini adalah tentang pendistribusian pangan lokal yang ada di didaerah ini,” sebutnya lagi.

Pendistribusian masuk dalam skala yang diatur, karena Sumbar masih sering mengalami kelangkaan beberapa jenis  produk pangan. Salah satu bukti bisa dilihat dari harga cabai dan beras yang sering melonjak dan terkadang menghilang dipasaran.  “Padahal sesungguhnya kita tak kekurangan, produksi cabai dan beras lokal kita jauh diatas rata-rata kebutuhan masyarakat. Kelangkaan masih terjadi karena pola distribusi yang belum benar. Maka dari itu masalah distribusi masuk sebagai yang diatur,” jelasnya.

Untuk hal ini, katanya, hal mendasar yang diatur dalam Perda Ketahanan Pangan adalah, ketersediaan pangan Sumbar terjamin. Kemudian masalah-masalah yang berhubungan dengan keamanan produk juga terawasi.

“Sementara, untuk petani mereka akan didukung untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dengan cara mensubsidi apa yang akan menyokong peningkatan produksi,” tandasnya.

Terakhir Anggota Komisi IV DPRD Sumbar ini mengatakan, hasil produksi akan diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan daerah, kemudian harga jual akan diawasi agar tidak anjlok atau merugikan petani. (h/mg-len)

Editor: Administrator

Terkini

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X