Penyelewengan ‘Mita’ Subsidi Marak di Sumbar

Administrator
- Senin, 9 Februari 2015 | 19:56 WIB

Anggota DPRD Provinsi Sum­bar, Sabar AS menyebutkan status Sumbar yang masih terbuka untuk minyak tanah bersubsidi diman­faatkan segelintir orang dengan menyelundupkan bahan bakar itu ke daerah lain yang sudah berstatus close atas minyak tanah bersubsidi, seperti wilayah Riau.

Karenanya, pihak terkait diminta untuk mempercepat proses konvensi bahan bakar dari minyak tanah ke gas di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Hal ini disampaikan poli­tisi Partai Demokrat itu menanggapi berita penyelundupan 15,5 ton minyak bersubsidi yang terjadi sejak enam bulan belakangan.

“Agar berjalan sesuai harapan, kami saran pihak terkait untuk lebih banyak lagi melaksanakan sosialiasi tentang penggunaan gas elpiji itu sendiri. Sebab, sejauh ini salah satu kendala yang membuat masyaraka sulit mengikuti konversi minyak tanah ke gas, karena ketakutan mereka menggunakan untuk meng­gunakan gas,” pungkasnya

Selain itu, alumni IAIN Imam Bonjol itu juga meminta Pertamina melakukan pengawasan sesuai de­ngan regulasi yang mereka miliki, sekaligus mendukung aparat pene­gak hukum bertindak tegas jika ada oknum pembeking yang melicinkan jalannya penyelundupan tadi.

Kepala Badan ESDM Sumbar, Marzuki Mahdi mengakui   penye­lewengan minyak tanah memang rentan terjadi dalam kondisi konver­si. Mengingat adanya ketimpangan harga yang jauh antara daerah yang dinyatakan minyak tanah subsidi ditarik/close dengan daerah yang masih konversi. Dilanjutkan, ke depan untuk menghindari adanya penyelundupan ini ESDM akan terus melakukan konversi minyak tanah ke gas sampai semua wilayah Sum­bar dinyatakan close.

Sebelumnya, PT Pertamina (Per­sero) memperkirakan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2015 hanya 17,85 juta kiloliter atau turun 62 persen dibandingkan realisasi 2014 sebesar 46,48 juta kiloliter. Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Distribusi BBM Pertamina Suhartoko mengatakan, pada 2015 jenis BBM subsidi hanya dua, yakni solar dan minyak tanah.

“Konsumsi solar 2015 diper­kirakan 17 juta kiloliter dan minyak tanah 850.000 kiloliter,” katanya

Suhartoko mengatakan, perki­raan konsumsi solar pada 2015 mengalami kenaikan dibandingkan 2014 yang terealisasi 15,95 juta kiloliter. “Kenaikan ini dikarenakan pertambahan kendaraan,” katanya.

Sedangkan, konsumsi minyak tanah 2015 mengalami penurunan dibandingkan realisasi 2014 sebesar 916.600 kiloliter. Menurut dia, penurunan konsumsi dikarenakan program konversi minyak tanah ke elpiji yang pada 2015 ditargetkan bertambah dua juta paket perdana. (h/mg-len/mg-isr/mg-rin/erz)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB

Wako Padang Paparkan Ekonomi Kreatif di ICCN Pekanbaru

Minggu, 28 November 2021 | 07:50 WIB

Masjid di Padang Bakal Ramah Anak

Sabtu, 27 November 2021 | 07:37 WIB
X