106 KK Bungo Pasang Keluhkan Limbah Pabrik Tahu

- Rabu, 11 Februari 2015 | 19:40 WIB

Marzali, Kepala Seksi Pe­merintahan Kelurahan Bungo Pasang menerangkan, sumber bau busuk yang dikeluhkan warga berasal dari ampas pro­duksi yang dimasukkan pe­kerja ke dalam karung dan ditumpuk begitu saja di luar pabrik. Nantinya, limbah ter­sebut akan diambil oleh peter­nak yang membutuhkannya.

“Seringkali peternak yang biasa mengambil hasil limbah itu terlambat, bahkan limbah ampas tahu itu dibiarkan me­numpuk sampai tiga hari, sehingga menghembuskan bau yang sangat busuk dan meng­ganggu warga sekitar. Kita sudah peringatkan, mulai be­sok limbah yang dihasilkan harus langsung diangkut dari pabrik,” tambah Marzali.

Lurah Bungo Pasang, Bam­bang menegaskan, jika pe­ringatan dari kelurahan ti­dak diindahkan pemilik pabrik. Kelurahan akan meminta war­ga setempat melalui ketua RT/RW untuk membuat surat keberatan yang ditujukan ke kelurahan.

“Nanti kita akan sam­pai­kan kepada pihak terkait, agar menindaklanjuti kebe­radaan pabrik tahu tersebut. Selain limbah ampas, limbah pro­duksi yang langsung dia­lirkan ke sungai oleh pabrik tersebut juga perlu dikaji ulang. Nanti setelah bertemu dengan pe­miliknya, kita juga akan ta­nyakan masalah peri­zi­nan­nya,” tambah Bambang.

Alex, ketua RT setempat me­wakili suara warganya me­nyampaikan, sepekan bela­kangan warga mengaku se­ring mengeluh dan merasa tidak tahan lagi dengan bau busuk limbah pabrik tahu tersebut.

“Kami tidak melarang pa­brik tersebut beroperasi, tetapi tolong beroperasilah sesuai aturan yang berlaku. Ke­be­radaan limbah pabrik tahu tersebut memang sudah sangat meresahkan. Aktifitas dan pernafasan warga yang terdiri dari 106 KK di sini kerap terganggu akibat bau busuk yang menyengat. Kalau sudah angin pasang, hampir semua warga terganggu,” ucap Alex (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB
X