Kelurahan dan Kecamatan Diminta Transparan

- Kamis, 12 Februari 2015 | 19:43 WIB

“Makanya, kita minta ke­pada pihak kelurahan dan keca­matan transparan dan hati-hati menyalurkan raskin ini,” kata Cory Saidan, pada pembukaan sosialisasi dan peluncuran Ras­kin di Kota Padang tahun 2015 di ruang gedung pertemuan Bagindo Aziz Chan, Padang, Kamis (12/2).

Ia menambahkan, sesuai pagu raskin yang ditetapkan pemerintah pusat , penerima raskin di Kota Padang  tahun 2015 berjumlah 30.474  RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan. Penetapan pagu raskin untuk kecamatan, telah diterbitkan pula SK Walikota Padang nomor 20 tahun 2015.

“Pada tahun 2014 lalu, Kota Padang termasuk kota terbaik dalam pendistribusian raskin. Pengelolaan dan pem­bagian Raskin tersebut mem­peroleh prestasi di Provinsi Sumbar.  Prestasi penge­lolaan beras raskin tahun 2015 harus bisa ditingkatkan, mulai dari tingkat kelurahan dan  keca­matan. Diharapkan kepada lurah dan camat, agar ber­pe­doman kepada Peraturan Wali­kota Padang nomor 3 tahun 2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaan program beras miskin bagi rumah tangga miskin, supaya raskin tepat sasaran dan tidak terjadi lagi pungutan liar,” jelas Cory.

Sementara itu, Arjun An­shol Siregar dari Bulog Sumbar menyampaikan, pemerintah telah berupaya memperbaiki konsep dan pelaksanaan pro­gram raskin. Namun, masih banyak pihak yang mem­per­tanya­kan efektivitas program. Permasalahannya banyak yang terjadi adalah dari titik dis­tribusi  hingga rumah tang­ga penerima.

“Terkait dengan wacana penghapusan raskin tahun 2016 nanti, kita belum bisa berbuat apa-apa. Karena, kita sebagai pelaksana teknis hanya bisa menjalakan apa keputusan pusat,” ujar Arjun.

Al Amin, Kabag Kesra dan ketua panitia sosialisasi dan peluncuran raskin Kota Padang tahun 2015 menga­takan, tujuan sosialisasi raskin untuk menyampaikan pe­do­man umum raskin 2015 bagi pengelola raskin tingkat keca­matan dan kelurahan. Jika di tingkat kelurahan dan keca­matan terjadi kejanggalan ras­kin, maka harus dirembukkan pihak kelurahan.

“Kita minta pihak ke­lu­rahan mengawasi penyaluran raskin dengan hati-hati. Ke­mu­dian jika kualitas raskin jelek atau ada kutu dan sebagainya, Bulog memberikan kesem­patan untuk menukarnya de­ngan syarat harus dilaporkan,” tutup Al Amin. (h/ows)

Editor: Administrator

Terkini

X