Warga Bungo Pasang Resah

- Kamis, 12 Februari 2015 | 19:44 WIB

“Setiap pagi sekitar pukul 06.00 WIB atau pukul 07.00 WIB, limbah produksi dialir­kan langsung ke sungai. Ben­tuk­nya seperti busa-busa. Se­telah sampai di sungai limbah itu tidak mengalir, melainkan menepi hingga menjadi hitam dan menghasilkan bau busuk yang menyengat. Kami warga setempat sudah bosan me­ngingat­kan pekerja di sana,” ucap seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Yal, warga lainnya yang tinggal di dekat pabrik juga mengatakan, selain masya­rakat setempat banyak mahasiswa yang tinggal di lingkungan sekitar pabrik. Semuanya me­rasakan dampak buruk pen­cemaran lingkungan oleh lim­bah pabrik, terutama sekali bau busuk yang dihasilkannya.

“Semuanya jadi ter­gang­gung. Sedangkan yang punya pabrik kita tidak tahu. Tidak pernah terlihat,” tutur Yal.

Alex, warga lainnya turut mengatakan, warga tidak per­nah menentang keberadaan pabrik. Namun, warga sangat berharap limbah yang di­hasil­kan jangan mencemari ling­kung­an. Karena dampaknya dirasakan bukan oleh pemilik pabrik saja, melainkan seluruh warga.

“Tidak ada yang melarang untuk berusaha. Tapi tolong limbahnya itu, karena sudah sangat mengganggu. Belum lagi jam produksinya larut malam dan mesinnya masih aktif sampai pukul 01.00 WIB,” ucap Alex.

Sementara Lurah Bungo Pasang, Bambang Adiruscahya mengaku terkejut atas ke­be­radaan pabrik tahu yang men­cemari lingkungan ter­sebut. Sebelumnya, ia sudah me­la­kukan peninjauan ke lo­kasi dan pekerja pabrik manga­takan kalau bau busuk hanya berasal dari ampas produksi yang di­tumpuk ke dalam karung.

“Pekerja mengaku limbah hanya berasal dari karung tersebut. Kami sudah mem­beri peringatan, jika pen­ce­maran lingkungan masih dila­kukan, maka kami mengan­jur­kan warga untuk membuat surat tanda keberatan yang harus ditandatangai oleh war­ga. Nanti, akan kita sampaikan ke pihak terkait untuk me­nin­dak­lanjuti,” ucap Bambang.

Terancam Ditutup

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X