Guru SMKN 2 Padang Belum Terima Buku Pegangan

Administrator
- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:47 WIB

“Kami lihat, baik guru maupun siswa tidak masalah ketika kurikulum ini di­lanjut­kan. Yang menjadi kesulitan saat ini bagi guru adalah pe­nilaian dalam kurikulum 20­13, yang lainnya tak ma­salah. Termasuk buku pegangan bu­ku yang belum datang, namun hal ini bisa kami atasi,” terang Abdullah di ruangannya, Ju­mat (13/2).

Penilaian tidak lagi dila­kukan oleh wali kelas, tapi dilakukan guru bidang studi. Guru bidang studi selain me­nilai pemahaman siswa ten­tang materi, juga menilai sikap siswa. Kemudian ada juga teman sejawat. Rumitnya pe­nilaian membuat guru harus bekerja keras.

Abdullah juga mengatakan, SMKN yang memiliki tujuh komptensi keahlian ini, juga belum menerima buku pe­gangan kurikulum baru. Na­mun, hal ini tidak terlalu menjadi masalah, karena un­tuk pendidikan kejuruan tidak banyak mengalami perubahan.

“Yang banyak berubah itu kan pada jam pelajaran Bahasa Inggris yang berkurang dan olahraga yang bertambah. Se­men­tara untuk kejuruan ham­pir sama,” ucap Abdullah.

Terkait kondisi guru saat ini, sekolah memiliki sekitar 100 guru termasuk guru honor. Kekurangan guru terjadi pada jurusan usaha perjalanan wisata (UPW). “Untuk jurusan ini kami memang kekurangan gu­ru, karena UNP tidak men­yediakan tenaga pendidik di bidang ini. Kami meng­guna­kan para lulusan akademi pa­ra­wisata, namun jumlahnya ma­sih terbatas,”  urai Abdullah.

Sementara untuk kom­p­ten­si keahlian lainnya, seperti Akuntansi, Perbankan, Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak dan lainnya, jumlah guru sudah memenuhi kebutuhan. (h/eni)

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB
X