Warga Kecewa, Pemerintah Tak Jemput Bola

- Minggu, 15 Februari 2015 | 19:10 WIB

Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan imbauan dari Kelurahan Bungo Pasang, melalui Lurah Bambang Adiruscahya, warga setempat yang merasa terganggu dengan beroperasinya pabrik tahu tersebut diminta untuk membuat surat tanda keberatan. “Harusnya ketua RT atau RW setempat membuat surat keberatan, nanti kelurahan akan sampaikan pada Bapedalda,” ucap Bambang, ketika ditemui di Kantor Kelurahan Bungo Pasang.

Namun, beberapa warga setempat menilai bahwa pemerintah tidak cepat tanggap dan terkesan malas dalam menindak keberadaan pabrik yang me­resah­kan tersebut. Menurut warga, sudah saatnya pemerintah ‘jemput bola’. Turun langsung ke lapangan tanpa diminta, karena berbagai macam bukti sudah tersedia untuk memberikan sanksi terhadap pabrik tahu tesebut.

“Pabriknya masih beroperasi hingga sekarang. Pemerintah menyuruh kita membuat surat, baru mereka bertindak ke lapangan. Lalu apa gunanya pemberitaan yang marak di media selama ini. Bahkan foto-foto pencemaran lingkungan juga sudah tersebar di mana-mana. Apakah seluruh bukti itu tak cukup untuk melakukan tindakan langsung,” ucap salah seorang warga setempat yang tidak mau namanya disebutkan.

Yal, warga setempat lainnya ikut berharap agar pemerintah memberi sanksi tegas terhadap pabrik tahu pencemar lingkungan yang masih beroperasi tersebut. Karena selain berbau busuk, limbah yang dihasilkan juga mengotori sungai yang berada persis di samping pabrik.

“Limbahnya langsung dibuang ke tengah sungai, limbah menepi, busuk dan menghitam. Belum lagi suara mesin pabrik pada malam hari yang meng­ganggu waktu istirahat warga sekitar. Sudah selayaknya pemerintah bertindak langsung,” ucap Yal.

Alex, warga lainnya juga menilai pemerintah tidak tanggap terhadap keresahaan warga atas pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik tahu tersebut. “Jangan hanya sampai memberi peringatan dan peringatan saja. Kami sangat berharap pemerintah langsung mengambil tindakan tegas. Turun ke lapangan, pasti akan kami damping,” tegasnya. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB
X