Kota Padang Terganjal Pasar dan Terminal

- Minggu, 15 Februari 2015 | 19:31 WIB

“Kebaradaan sarana prasarana berupa pasar, terminal, sistem transportasi, sarana pendidikan yang memadai merupakan suatu keharusan bagi kota metropolitan. Untuk pelaksanaan teknisnya tentu akan lebih dominan dilakukan masing-masing daerah. Sedangkan untuk dukungan melengkapi sarana dan prasarana tersebut, akan kita bantu dari provinsi,” ujarnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Nasional (RPJN) Kota Padang, Lubuk Alung dan Pariaman  masuk ke dalam wacana kota palapa metropolitan. Dimana tiga wilayah ini direncanakan akan menjadi pusat kegiatan nasional yang nantinya mendorong kegiatan industri, kelautan dan pariwisata.

Ia melanjutkan, masuknya Kota Padang, Lubuk Alung, dan Pariaman menjadi Kota Palapa Metropolitan tertuang dalam RT/RW Nasional dan RT/RW Provinsi.

“Jadi, pemerintah kota juga harus berfokus kepada RT/RW kotanya karena bagaimana pun tata ruang kota juga harus menjadi perhatian. Ini sudah menjadi kebijakan nasionl dan provinsi untuk mewujudkannya,” paparnya.

Ditambahkan, Afriadi Laudin, Pemprov akan memberikan dukungan untuk mewujudkan hal ini baik itu di tingkat provinsi maupun urusan ke pusat. Dalam pengertiannya wilayah metropolitan merupakan sebuah pusat populasi besar yang terdiri atas satu metropolis besar dan daerah sekitarnya, atau beberapa kota sentral yang saling bertetangga dan daerah sekitarnya.

Satu kota besar atau lebih dapat berperan sebagai hubungan, dan wilayah metropolitan biasanya diberi nama sesuai dengan kota sentral terbesar atau terpenting di dalamnya.

Wacana menjadikan Kota Padang menjadi kota metropolitan dimunculkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam Rencana Pembangunan Jang­ka Mene­ngah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019.

“Berdasarkan penilaian dan persyaratan Kota Pa­dang dan Kabupaten Paria­man layak kita ajukan sebagai kota metropolitan baru,” papar Gubernur.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X