RSUP M Djamil Rawat Delapan Pasien Difteri

- Senin, 16 Februari 2015 | 20:07 WIB

“Tiga orang pasien lagi masuk pada 13 dan 14 Februari lalu. Di samping itu juga terdapat empat pasien yang sudah keluar setelah mengetahui hasil uji swap (air liur). Untuk yang lainnya harus menunggu, karena uji swap itu memakan waktu 1-2 minggu,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, kepada setiap pasien yang tengah mendapatkan perawatan dan menunggu hasil uji swap, pihak RSUP M. Djamil meminta agar keluarga pasien mau bersabar dan tidak tergesa-gesa untuk membawa anak-anaknya pulang.

“Hasilnya harus jelas dulu. Jika negatif baru boleh pulang. Tapi jika belum diketahui, kita berharap agar keluarga pasien suspect mau bersabar,” harapnya.

Soal penyebaran, Gustavianof meminta masyarakat untuk meningkat­kan kewaspadaan. Ia berharap agar seluruh masyarakat, terutama para orangtua agar mau bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk memberi imu­nisai Difteri Pertusis Tetanus (DPT) untuk anak masing-masing.

Soal daya tampung RSUP M. Djamil untuk menerima pasien suspect difteri, Gustavianof menjamin ruang isolasi akan selalu tersedia, karena sifat ruangan tersebut bisa disediakan sesuai kebutuhan. “Untuk ruangan selalu tersedia, tergantung kebutuh­an,” tutup Gustavianof. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X