Kakek Ditemukan Tewas di Depan Pintu

Administrator
- Selasa, 17 Februari 2015 | 20:10 WIB

Informasi yang dihimpun Haluan, Selasa (17/2) mengatakan, jenazah Yusrizal pertama kali ditemukan mamaknya, M. Yusuf saat ingin bertandang ke rumahnya. Saat M. Yusuf mencoba mengetuk rumah korban didapati rumahnya terkunci dan tidak ada suara sahutan atau tanda-tanda ada orang di dalam. Penasaran, ia mencoba untuk mengintip lewat jendela dan alangkah kagetnya melihat Yusrizal sudah tergeletak di depan pintu kamarnya.

Sontak ia berlari menuju rumah warga sekitar, bermaksud memberitahukan apa yang telah dilihat. Secara bersama-sama, warga sekitar dan ketua RT berbondong menuju rumah korban. Karena pintu terkunci, maka warga terpaksa mendobrak pintu rumah dengan disaksikan keluarga korban.

Ketua RT 05 RW 08, Safar mengatakan, setelah pintu terbuka warga memeriksa tubuh korban yang kebetulan warga sekitar ada yang dokter dan mengatakan Yusrizal telah meninggal dunia beberapa jam yang lalu.

“Kemudian kami memberitahukan kepada pihak keluarga korban lainnya, yang berada di luar daerah dan juga pihak kepolisian,” ujarnya.

Tak berselang lama, pihak Polsek Kuranji beserta tim identifikasi Polresta Padang datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Syafrizal mengaku, karena sudah beberapa hari ini tidak melihat korban lagi. biasanya korban sangat rajin menunaikan ibadah salat Subuh di masjid sekitar tempat tinggal. “Biasanya kedai korban selalu buka seperti biasanya, namun sejak hari Minggu (15/2) kedai dan rumah korban selalu tertutup. Saya dan warga lainnya beranggapan, kalau korban mungkin saja pulang kampung,” terangnya Syafrizal.

Sementara itu, Kapolsek Kuranji Kompol Asril Prasetya mengatakan, setelah mendapatkan informasi petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dari informasi yang didapat, bahwa korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Ia didapati warga tergeletak di depan pintu kamarnya, karena hanya sendirian di rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan luar tim Identifikasi Polresta Padang, bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan. Diduga korban meninggal, karena menderita sakit asam urat dan kolesterol.

“Pihak keluarga tidak ingin dilakukan visum dan menerima kepergian korban dengan ikhlas. Sebagai bukti bagi pihak kepolisian, pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum,” tambahnya. (h/mg-win)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

384 Pejabat Pemko Padang Dilantik Hendri Septa

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:46 WIB
X