Terdakwa Dituntut 20 Tahun Penjara

- Selasa, 17 Februari 2015 | 20:15 WIB

Mendengarkan tuntutan tersebut, terdakwa Refiandi yang duduk di kursi pesa­kitan hanya tertunduk diam. Ter­dakwa juga sempat memberikan pembelaan dan permohonan keri­nganan hukuman kepada majelis hakim yang diketuai oleh Irwan Munir dan beranggotakan Jama­luddin dan Herlina Rayes.

Dalam persidangan itu, terdakwa Refiandi mengaku menyesal atas perbuatannya terhadap korban Mira Juita. Namun, nasi sudah menjadi bubur, Refi dituntut bersalah me­lang­gar pasal berlapis yakni pembu­nuhan yang mengakibatkan hilang­nya nyawa seseorang sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP serta melakukan tindakan pencabulan, sesuai dengan pasal 290 KUHP.

“Saya menyesali perbuatan saya majelis hakim.  Saya mohon keri­nganan hukuman, sebab saya sudah dipecat dari pekerjaan saya sebagai satpam dan saya juga tulang pung­gung keluarga,” ucap terdakwa bermohon.

Majelis hakim menunda sidang hing­ga tanggal 9 Maret 2015 dengan agen­da pembacaan vonis.

Nyaris Diamuk

Usai menjalani sidang, terdakwa kembali digiring ke Lapas Muaro Padang. Saat hendak dimasukkan ke dalam mobil barakuda, keluarga korban yang sejak awal hadir ber­usaha mengejar terdakwa. Un­tungnya, puluhan aparat kepolisian yang me­nga­wal sidang pembunuhan ini lebih sigap dari massa yang hendak me­nyerang terdakwa tanpa harus menjadi bulan-bulanan ke­luar­ga kor­ban yang berjumlah belasan orang.

Kejadian berawal pada hari Minggu (28/9/2014), sekitar pukul 19.25 WIB malam, dimana korban Mira, yang kebetulan melintas di depan rumah terdakwa Refiandi, di Batung Taba, Lubuk Begalung saat pulang kerja. Saat itu terdakwa yang baru pulang menembak ikan di sungai berupaya menegur korban, tetapi tak dijawab. Refi kembali menegur, namun dijawab dengan kata-kata tak menge­nakkan oleh korban.

Mendapat jawaban kasar dari korban Mira, membuat terdakwa naik pitam dan melempar batu ke arah Mira yang mengenai leher bagian bela­kangnya yang membuat korban jatuh tersungkur. Mira terjatuh ke arah sebelah kiri dari badan jalan dengan kondisi kepala korban terhempas batu. Selanjutnya, terdakwa mulai mendekati korban, dan mengangkat korban de­ngan cara memegang kerah baju bagian belakang korban meng­gunakan tangan kiri.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB
X