Sumbar Tak Diminati Investor

- Kamis, 19 Februari 2015 | 19:11 WIB

“Iklim investasi di Sumbar ma­sih sangat lemah dari pada provinsi lainnya. Jika pemerintah tidak berubah, Sumbar akan terus keting­galan. Padahal provinsi tetangga Sumbar telah berkembang pesat,” katanya saat ditemui Haluan, dalam acara menyambut Tahun Baru Im­lek 2566 di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (19/2).

Tuako kelahiran Payakumbuh itu menyatakan, sekarang perubahan dan peningkatan pembangunan di Sumbar tidak nampak secara signi­fikan. Selama 10 tahun belakangan, hampir tak ada perubahan berarti.

Menurut Junaidi, banyak para perantau Minang baik dari etnis Minang maupun etnis Tionghoa yang mengalihkan investasinya ke daerah lain. Disebabkan karena keadaan kondisi daerah dan peme­rintahan Sumbar itu sendiri, banyak investor enggan berinvestasi di Sumbar.

Dikatakannya, provinsi di seke­liling Sumbar seperti Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara dan Pro­vinsi Jambi lebih diminati investor. Karena mereka memberikan kemu­dahan-kemudahan bagi investor sehingga investor melirik ke daerah dan mengucurkan dana dalam jum­lah besar ke daerah tersebut.

Dijelaskannya, saat ini perantau asal Minang dari etnis Tionghoa telah tersebar di penjuru dunia, seperti Jakarta, Malaysia, Beijing, Singapura, Hongkong dan lain seba­gain­­nya. Mereka meninggalkan Sumbar sejak era 1960-1970-an. Saat ini, banyak dari mereka yang telah berhasil.

Mereka dahulu, kata Junaidi  dilahirkan di Sumbar dan pergi merantau. Sama seperti orang Mi­n­ang yang suka merantau. Saat ini peran mereka belum banyak dilirik oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.

“Baik dari etnis Tionghoa mau­pun etnis Minang, banyak yang sukses di rantau. Tapi kebanyakan mereka belum merasa tertarik untuk investasi di Sumbar. Kita harus evaluasi hal tersebut,” katanya.

Ketua Komisi II (Bidang Per­ekonomian) DPRD Provinsi Sum­bar, Sabar AS mengatakan penilaian Sumbar tidak menarik bagi investor tidak tepat. Sebab, sejauh ini dia melihat Sumbar selalu terbuka terhadap investor yang ingin mena­namkan modalnya di Sumbar. “Jika ada yang bermasalah, itu hanya karena miss komunikasi saja,” katanya melalui sambungan telepon tadi malam.

Terkait dengan keluhan investor, menurutnya tidak ada alasan bagi jajaran pemda di Sumbar mem­persulit investor yang akan mena­nam modal. Pasalnya ini akan berpe­ngaruh terhadap target RPJMD Provinsi Sumbar.

“Jika kita tak terbuka yang akan rugi tentunya kita sendiri. Dan, itu tak mungkin dilakukan karena kita tak mau rugi. Malahan yang sering kita temukan itu adalah, ke­sem­patan sudah diberi tapi investornya yang kurang serius,” kata Sabar sembari mengatakan DPRD Sum­bar siap menerima keluhan in­vestor yang merasa dipersulit  proses perizinan investasinya. (h/lex/mg-len)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X