Imunisasi Difteri Harus 3 Kali

- Jumat, 20 Februari 2015 | 20:25 WIB

“Dinas Kesehatan harus terus memberikan imunisasi kepada anak - anak pada usia yang rentan terkena difteri. Ini penyakit berbahaya dan me­nular,” ujarnya.

Setidaknya kata Nila, harus dilakukan tiga kali imunisasi untuk mencegah difteri ini. Dimana setelah imunisasi pertama, satu bulan setelah itu suntik  lagi. Baru setelah itu enam bulan lagi suntik lagi.

“Kalau ini tidak dilakukan kita bisa rugi. Pertama keru­gian obat yang sudah dike­luarkan kedua kerugian anak yang masih tetap sakit. Iya kalo selamat anak ini tak apa, tapi kalau terjadi sesuatu saya kira itu yg tidak kita inginkan. Terus terang saja, saya juga akan menghitung kerugiannya,” paparnya.

Ia melanjutkan, langkah ini dimaksudkan menghindari anak-anak terkinfeksi difteri. Karena satu terkena akan bisa mengkontaminasi yang lain.

“Jadi anak-anak kita mung­kin tak kena tapi kena dari anak-anak yang lain kan bisa saja,” ujarnya.

Menkes meminta masya­rakat yang mendapat imu­nisasi  untuk kembali ke pos­yan­du atau ketempat di berikan imunisasi kedua dan ketiga.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP M Djamil, Ira Yanti ditemui Haluan di sela kunjungan Menkes menga­takan, dari data RSUP M Djamil Januari sampai Feb­ruari yang positif difteri seba­nyak 4 orang. Sedangkan yang masih dirawat ada 16 orang.

“Total suspec difteri men­capai 24 orang, sedangkan yang masih dirawat ada 16, jadi 8 orang sudah pulang,” terang­nya. (h/mg-isr)

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X