BKPM Bantah Sumbar Tak Diminati Investor

- Jumat, 20 Februari 2015 | 20:30 WIB

Hitay Energy asal Turki, sudah menggarap dua titik panas bumi di Sumbar yaitu di Pincura, Kabupaten Pasaman Barat dengan potensi 50 MW, Kotobaru Marapi Kabupaten Agam dengan potensi 50 MW. Tahun 2015, Hytai berencana akan menambah satu titik baru ekplorasi panas bumi di dae­rah Panti, Kabupaten Pasaman dengan potensi 150 MW.

“Sumbar memiliki 17 titik potensi eksplorasi panas bumi, lima titik sudah digarap, dua titik dipersiapkan untuk dile­lang, sedangkan sisanya seba­nyak 10 titik masih dalam proses pengamatan untuk dise­rahkan pengelolaannya kepada investor,” jelasnya kepada Haluan, Jumat (20/2) di ruangannya.

Selain itu kata Masrul, bukti masih diminatinya Sumbar oleh investor, masih banyaknya investor yang ingin ikut andil berinvestasi di Sumbar. Ini dikuatkan data evaluasi BKPM dan PPT. Jumlah calon investor yang berminat mena­nam­kan modalnya di Sumbar mencapai 32 calon yang telah mengajukan perizinan, jumlah itu melebihi target yang hanya 19 calon investor yang dipatok untuk tahun 2014.

Data pada BKPM dan PPT Provinsi Sumbar, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) 2014 juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 29,56 juta USD (sekitar Rp380 miliar) atau naik 123 persen di atas target sebesar 24 juta USD (Rp312 miliar). Sedangkan Pena­naman Modal Dalam Negeri (PMDN), realisasi investasinya men­capai Rp1,2 triliun atau naik 256,88 persen dari target Rp480 miliar.

“Angka-angka ini membuktikan kalau Sumbar masih diminati in­vestor. Tidak mungkin investor sektor perkebunan mau berinvestasi di Sumbar, sementara kita tidak punya lahan. Itu sudah pasti inves­tornya sudah pasti ke Jambi dan Riau,” tandasnya.

Dilanjutkan Masrul, BKPM dan PPT menjamin kepastian dan kea­manan berinvestasi bagi investor asing maupun lokal di Sumbar.  Hal ini dilakukan agar investasi di Sum­bar bisa berkembang lebih pesat lagi.

“Kita juga meminta kepada kabupaten/kota agar bisa menja­lankan hal ini, karena investor butuh kepastian dan keamanan ketika berinvestasi,” ujarnya.

BKPM dan PPT mematok target investasi asing mencapai 25 juta USD atau sekitar Rp320 miliar tahun 2015. Ia meyakini target yang dipatok pada 2015 bisa tercapai mengingat prioritas pemerintah yang menawarkan sektor pariwisata dan energi panas bumi (geothermal) sebagai jualan utama kepada in­vestor asing.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X