Pabrik Tahu Pencemar Lingkungan Ditutup

Administrator
- Senin, 23 Februari 2015 | 18:45 WIB

Kepala Bapedalda Kota Padang, Edy Hasymi mene­rangkan pada Haluan, pabrik tahu tersebut terbukti mencemari lingkungan dan berdampak buruk terhadap warga sekitarnya. Ditambah lagi tidak adanya izin usaha membuat pabrik harus tutup untuk sementara waktu.

“Kita mendukung warga yang membuka usaha. Tapi, jika merugikan khalayak ramai, serta tanpa perizinan, tentu tidak dibenarkan,” jelas Edy.

Ia menambahkan, banyak dokumen dan kelengkapan yang tidak bisa ditunjukkan pemilik, hal itu semakin menguatkan keputusan Bapedalda untuk meminta pabrik tutup sementara waktu. Selain izin usaha dan dokumen amdal, pabrik tahu juga tidak dilengkapi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sehingga secara jelas mencemari lingkungan dan merugikan warga sekitarnya.

“Ada dua syarat yang kita berikan kepada pemilik saat yang bersangkutan datang ke Bapedalda, yang pertama terkait pengurusan izin usaha dan yang kedua menyediakan IPAL untuk mengelola limbahnya, agar tidak membahayakan dan mencemari lingkungan. Jika kedua syarat tersebut sudah terpenuhi, pabrik baru bisa beroperasi kembali,” tutup Edy.

Sementara Lurah Bungo Pasang, Bambang Adiruscahya ketika ditanyai oleh Haluan, juga mengaku telah bertemu dengan pemilik pabrik. Dalam pertemuan tersebut, ia juga meminta pemilik agar melengkapi segala dokumen dan pembuatan bandar pengolahan sesuai dengan yang diin­truksikan Bapedalda.

“Kita sudah minta yang bersangkutan memenuhi segala persayaratan yang diharuskan oleh Bapedalda. Karena tanpa itu semua, warga tentu tidak akan menerima keberadaan pabrik tersebut, karena mencemari lingkungan,” tutup Bambang.

Alex, warga setempat mengatakan, seluruh warga yang tinggal di sekitar pabrik tahu mengaku lega dengan keputusan yang dibuat oleh Bapedalda. Penutupan sementara pabrik tersebut sangat berarti bagi warga, yang selama ini merasa dirugikan oleh keberadaan pabrik tersebut.

“Kami tidak punya hak melarang orang lain untuk berusaha. Tapi jika merugikan, tentu kita sebagai warga akan menentang. Jika nanti pabrik beroperasi kembali setelah melengkapi segala persyaratan, serta tidak lagi menghasilkan limbah berbau busuk yang mencemari lingkungan, warga tentu akan menerima saja,” tukas Alex. (h/mg-isq/ows)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

384 Pejabat Pemko Padang Dilantik Hendri Septa

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:46 WIB
X