Terdakwa Farhan Dituntut 18 Bulan Penjara

- Rabu, 25 Februari 2015 | 19:45 WIB

Bersamaan dengan tun­tutan terhadap Farhan, dihada­pan majelis hakim yang dike­tuai Siswatmono Radiantoro beranggotakan Dinahayati Sofyan dan M.S Giri Basuki, JPU Dwi Indah juga menuntut terdakwa lain atas nama Mar­yani M. Zen alias Maya (39) dengan hukuman penjara sela­ma satu tahun, denda Rp50 juta, subsider 6 bulan ku­rungan.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkara, menja­tuh­kan hukuman pidana selama 18 bulan terhadap Farhan dan satu tahun terhadap terdakwa Maya,” sebut Jaksa Indah saat mem­bacakan tuntutan di Pe­ngadilan Negeri Padang, Rabu (25/2).

Adapun yang mem­berat­kan kedua terdakwa, sebut JPU, adalah perbuatan kedua terdakwa ini sudah meresah­kan masyarakat. Selain itu, selama persidangan, kedua terdakwa tidak pernah me­ngakui perbuatannya. Sedang­kan hal yang meringankan menurut JPU, kedua terdakwa belum pernah dihukum.

Terdakwa Farhan, dituntut oleh JPU dengan pasal 86 UU RI nomor 23 tahun 2002 ten­tang perlindungan anak. Se­dangkan terdakwa Maya, JPU menuntut dengan pasal 86 UU RI nomor 23 tahun 2002 jo pasal 56 ayat 1 KUHPidana.

Usai dibacakannya tun­tutan oleh Jaksa, hakim me­nunda sidang selama satu ming­gu, Rabu (4/3) dengan agenda Pledoi (pembelaan) dari ter­dakwa.

Sebelumnya, kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal pada 25 Juni 2014, sekitar pukul 22.00 WIB. Di­ma­na polisi menangkap mere­ka di sebuah hotel, karena mendapat laporan dari mas­yarakat terkait kasus dugaan “human trafficking”.

Kesembilan anak yang ma­sih berusia dibawah 15 tahun tersebut rencananya akan dica­rikan orangtua angkat oleh kedua terdakwa untuk diseko­lahkan. Bahkan, kedua terdak­wa juga sudah mendapatkan surat izin resmi dari orangtua kesembilan anak serta kepala dusun setempat.

Bambang, selaku Ketua Yayasan Pesantren Darul Hu­da, saat memberikan ketera­ngan di Pengadilan Negeri Padang beberapa waktu lalu mengaku, mengenal terdakwa Farhan dari santrinya bernama Trisna pada Juni tahun 2014. Waktu itu ia belum membe­rikan persetujuan apakah akan menerima sembilan anak yang akan disekolahkan ke pesan­tren miliknya atau tidak.

Dalam keterangannya, ke­dua terdakwa juga sempat mengakui niat baik mereka untuk mencarikan orangtua asuh untuk sembilan anak ini agar bisa mengenyam bangku pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, dalam persidangan sebelumnya juga sempat ter­ungkap, bahwa orangtua kor­ban (sembilan anak, red) juga tidak pernah memper­masalah­kan mengenai dimana anak mereka akan disekolahkan serta tidak juga memper­masa­lahkan mengenai perpindahan agama. (h/hel)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X