Polda Sumbar Terima Laporan Dugaan Pengaturan Tender

Administrator
- Rabu, 25 Februari 2015 | 19:57 WIB

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto mengaku telah menerima surat laporan dari LBH JK dalam dugaan pengaturan lelang proyek konstruksi di Kabu­paten Agam tahun 2014 dan 2015, sehingga berpotensi merugikan Negara.  “Surat tersebut telah saya lihat dan diserahkan ke bagian Direktorat Reskrim Khusus (Ditres­krimsus) untuk dikaji,” kata Bam­bang kepada Haluan, Rabu (25/2).

Dikatakan Bambang, apabila nantinya dalam kajian atau penye­lidikan ditemukan adanya indikasi tindak pidana, maka statusnya akan menjadi penyidikan. “Yang jelas akan kita teliti atau perdalam dulu,” ungkapnya.

Kadis PU  Kabupaten Agam, Yunaldi  tidak ambil pusing terkait beragam laporan yang ditujukan kepadanya. Ia mengaku selagi suatu pekerjaan itu dilakukan dengan mekanisme yang benar tidak akan menjadi masalah.

“Apapun bentuk laporan yang disalurkan melalui lembaga yang benar merupakan hak setiap warga Indonesia. Tetapi Yang jelas Dinas PU Agam hingga saat ini bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada.  Tidak itu adanya pengaturan proyek maupun tuduhan yang lain,” kata, Selasa (25/2).

Dalam menentukan pekerjaan  maupun yang memenangkan tender tidak diputuskan oleh PU saja. Di situ ada panitia dan wadahnya. Semua dilakukan terbuka dengan mekanisme yang sudah diatur secara ketat, dan melibatkan banyak pihak. Sangat Mustahil terjadi hal  seperti yang dituduhkan.

“Dalam satu tender ada sekitar tujuh penawaran dari perusahaan, tatapi yang bakal mengerjakan tentu hanya satu perusahaan. Tidak mung­kinlah tujuh-tujuhnya dimenangkan. Kemudian panitia pasti tidak akan memenangkan perusahaan yang sudah pernah kena black list. Kalau sekiranya di antara mereka ada yang tidak senang itu bisa dipastikan,” jelasnya.

Menurut Yunaldi, pengerjaan fisik tidak mungkinlah diberikan kepada perusahaan yang bermasalah. Salah-salah bisa berurusan dengan hukum. Sejauh ini dinas PU melak­sanakan tugas seprofesional mung­kin. Jika ada pihak yang kurang senang adalah hal yang sangat wajar.

Seperti berita sebelumnya, duga­an ‘pengaturan’ lelang proyek kons­truksi di Agam tahun 2014 dan 2015 yang diwarnai persaingan usaha tidak sehat dan berpotensi merugikan negara hingga belasan miliar rupiah dilaporkan oleh LBH JK ke KPPU.

Isi laporan tersebut sebagaimana siaran pers yang diterima Haluan dari LBH JK, Rabu (4/2). Surat laporan LBH JK kepada KPPU tersebut Nomor 001/LBH-JK/II/2015 Batam, 2 Februari 2015. Yang dilaporkan Pokja Kantor Layanan Pengadaan Kabupaten Agam tahun anggaran 2015, Paket I, Kegiatan Jalan dan Jembatan (DAK), Satuan Kerja Dinas PU Pemkab Agam.

“Kami melapor ke KPPU, ka­rena­ terjadi persaingan tidak sehat dan juga sangat berpotensi meru­gikan negara belasan miliar rupiah,” kata Direktur LBH Jasa Kontruksi Suparman.

Objek proyek yang proses lelang­nya diduga bermasalah diantaranya; tahun 2014 Paket I; Kegiatan Pe­ning­katan Jalan tahun 2014 dengan HPS Rp 5.379.370.000. Paket II; Kegiatan Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun 2014 de­ngan HPS Rp 6.976.689.000.

Berikutnya Paket I  Kegiatan Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun 2014 dengan HPS Rp 5.029.358.000. Paket II Kegiatan Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 6.404.117. 000, selanjutnya Paket IV Kegiatan Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 4.144.200. 000. Paket III Kegiatan Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 4.691.310.000. Paket VII Kegiatan Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 5.337. 084.000. Sehingga total nilai proyek tahun 2014 yang diduga proses pelelangannya bermasalah adalah Rp37,9 miiar.

Sedangkan pada proyek 2015 yang diduga proses lelangnya juga diduga penuh pengaturan adalah Paket I: Kegiatan Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun  2015 de­ngan HPS Rp 8.833.264.000. Paket II Kegiatan Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun 2015 HPS Rp 7.559.575.000. Paket I Kegiatan Peningkatan Jalan 3 (DAU) tahun. 2015 dengan HPS Rp. 8.392. 465.000, dan totalnya Rp 24.785.304.000.

Dalam laporan LBH JK juga diterakan pihak yang akan bisa dimintai kesaksiannya. Untuk lelang proyek tahun 2014, saksi tersebut adalah pihak  PT Lubuk Minturun Konstruksi Persada, PT Anugrah Tripa Raya.

PT ATR adalah pemenang Paket I Kegiatan Peningkatan Jalan  tahun 2014 dengan HPS Rp 5.379.370. 000. Penawaran pemenang adalah Rp 5.281.034.000 dengan nomor urut dua terendah dari 4 peserta lelang. Selisih dari HPS, hanya Rp 98.336.000. Terindikasi kuat dugaan bahwa paket ini sudah di atur oleh KPA melalui Pokja.

PT ATR juga pemenang Paket II Kegiatan Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun 2014 de­ngan HPS Rp 6.976.689.000. Pena­wa­ran pemenang adalah Rp6.772. 897.000. Dengan nomor urut 5 terendah dari 5 peserta lelang. Selisih dari HPS, hanya Rp 203.000. 000,- Terindikasi kuat dugaan bahwa paket ini sudah di atur oleh KPA melalui Pokja.

PT ATR juga pemenang Paket IV, dengan proyek Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 4.144.200.000 dan penawa­ran pemenang Rp 3.921.339.000. Dengan nomor urut 1 terendah dari 3 peserta lelang. Selisih dari HPS, hanya Rp 222.861.000,- Terindikasi kuat dugaan bahwa paket ini sudah di atur oleh KPA melalui Pokja.

Berikutnya PT FCG, pemenang paket I pada proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan (DAK) tahun 2014 dengan HPS Rp 5.029.358. 000. Penawaran pemenang adalah Rp 4.901.710.000. Penawar nomor urut 1 terendah dari 4 peserta lelang keluar sebagai pemenang. Selisih dari HPS, hanya Rp. 127.648.000,- Terindikasi kuat dugaan bahwa paket ini sudah di atur oleh KPA melalui Pokja. Dalam hal paket ini PT ATR, sengaja tidak mengikuti tender ini, karena yang memasukan sudah cukup 4 perusahaan sebagai pendamping.

PT FCG pemenang paket III pada proyek Peningkatan Jalan (DAU) tahun 2014 dengan HPS Rp 4.691. 310.000. Penawaran peme­nang Rp4. 418.313.000, yakni  penawar urut 2 terendah dari 3 peserta lelang. Selisih dari HPS, hanya Rp 272.997.000. Terindikasi kuat dugaan bahwa paket ini sudah diatur KPA melalui Pokja. Dalam hal paket ini PT ATR, sengaja tidak mengikuti tender ini, karena yang memasukan sudah cukup 3 peru­sahaan sebagai pendamping. (h/nas/yat/erz)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB

Wako Padang Paparkan Ekonomi Kreatif di ICCN Pekanbaru

Minggu, 28 November 2021 | 07:50 WIB

Masjid di Padang Bakal Ramah Anak

Sabtu, 27 November 2021 | 07:37 WIB
X