Sumbar Butuh Anggaran Teknis dari Pusat

- Rabu, 25 Februari 2015 | 19:57 WIB

“Semua ekonomi kreatif yang kita miliki ini masih butuh sentuhan pemerintah pusat tentunya, terutama anggaran teknis seperti untuk pelati­han, sosialisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” jelasnya.

Ditambahkannya, selain itu ekonomi kreatif yang ada saat ini juga membutuhkan bimbingan un­tuk bisa menajajal pasar luar ter­utama bimbingan untuk packaging yang menarik, dan bimbingan terkait register produk yang ada saat ini.

“Kita memang berharap agar setiap produk yang dihasilkan dari usaha ekonomi kreati yang kita miliki sudah mempunyai seri regis­ter, sehingga produknya bisa ber­saing di pasar bebas nanti tentunya,” terang Burhasman.

Ia melanjutkan, ikon yang men­jadi kebangaan Sumbar saat ini masih di bidang fashion dan kuliner. Tidak terhitung betapa banyaknya usaha yang menyajikan kuliner Minang yang memiliki nilai jual seperti rendang.

“Sementara untuk bidang fa­shion, Sumbar memiliki pusat song­ket dan tenun di Pandai Sikek yang bisa menjadi jualan Sumbar,” paparnya.

Pada akhir tahun nanti Sumbar juga akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Di­ma­na semua produk yang ada di Asean akan bebas keluar masuk Sumbar. Menanggapi kondisi ini kata Bur­hasman, MEA tidak sepa­tutnya men­jadi petakut bagi eko­nomi kreatif di Sumbar. Akan tetapi, bagi ekonomi kreatif Sumbar MEA merupakan peluang untuk terus menghasilkan dan mengembangkan produk kretaif.

“MEA merupakan peluang bagi ekonomi kreatif ini untuk terus bersaing dan mengembangkan diri. Untuk itu dari sekarang kita juga telah melakukan bimbingan kepada ekonomi kreatif yang ada. Kita masih menunggu APBD kita yang masih menggantung, apabila ini sudah cair baru kita bisa action,” tutur Burhasman.

Hal senada juga dikatakan Gu­ber­nur Sumatera Barat Irwan Pra­yitno. Ia mengatakan, karakter masyarakat Minang memang lebih memilih menjadi wiraswasta di sektor industri kreatif dibanding bekerja sebagai buruh pabrik. Se­hingga tidak mengherankan jika di Sumbar banyak industri kreatif berskala kecil dan menengah, baik di bidang kerajinan dan kuliner

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Kejar Target Vaksinasi 70%

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Terpopuler

X