Tergugat Kecewa Pengunduran Sidang Terlalu Lama

- Kamis, 26 Februari 2015 | 19:13 WIB

Setelah pihak ter­gu­gat men­yerah­kan berkas re­p­lik­nya pada majelis hakim, di akhir persidangan penggugat me­minta kelanjutan sidang di­lanjutkan pada tanggal 12  Maret mendatang dan disetujui majelis hakim. Pengunduran sidang, hingga 12 Maret men­datang tersebut atas per­minta­an Zainiati selaku kuasa hu­kum dari Nuzul Putra.

Kepada majelis hakim, ia mengaku butuh waktu untuk membuat jawaban atas replik yang sudah disampaikan tergugat.

Menurutnya, pengunduran sidang hingga tanggal 12 Maret itu adalah hal yang wajar sebab dalam gugatan yang mereka sampaikan, ada sebanyak em­pat orang yang digugat.

“Untuk berkasnya, tentu harus kami  siapkan satu per­satu, dan itu membutuhkan waktu yang cukup,” jelas Zainiati.

Sementara itu, pihak ter­gugat mengaku merasa ke­be­ratan atas permintaan dari pihak penggugat mengundur persidangan hingga 12 Maret mendatang.

“Sebenarnya, bila kami merujuk pada UU No 2 tahun 12 tentang perubahan UU Nomor 2 tahun 8, sudah diatur tentang  penyelesaian per­selisihan internal partai po­litik,” ungkap Nursyam Saleh bersama dengan Eri Amsyah, Rinaldi selaku kuasa hukum dari PDIP Kota Padang.

Menurutnya, dalam UU tersebut, penyelesaian per­selisihan internal partai politik harus diselesaikan paling lam­bat 60 hari sejak perkara di­daf­tarkan di pengadilan.

“Karena itu, kami berharap agar pihak tergugat tidak mem­perlambatnya,” harap Nur­syam. Seperti diketahui, gu­gatan ini berawal dari adanya surat DPP PDI Perjuangan nomor 5840/IN/DPP/II/2015 yang ditandatangani Ketua DPP Sudarto Danusubroto dan Plt Sekjend PDI Per­juang­an Hasto Kristiyanto ter­tang­gal 2 Februari 2015, me­netap­kan Aprianto sebagai peng­ganti Dedek Nuzul Pu­tra. Da­lam surat itu juga di­nyatakan, Dedek Nuzul Putera telah dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X