Biaya Listrik Jadi Kendala

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:51 WIB

“Lampu jalan ini tentunya kewenangan pemerintah di sana (Padang Pariaman, red), mengingat ini berada di ka­wasan mereka,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Bi­dang (Kabid) LLAD dan Per­keretapian, Juharson ke­marin mengatakan, sepanjang jalan menuju BIM memang telah dipasang lampu penerang ja­lan. Juharson memastikan tidak ada titik jalan yang  ter­lewat dan tidak dipasang lam­pu jalan. Namun kendala yang muncul saat ini tidak semua lampu bisa dihidupkan, me­ngingat masih belum ada kese­pa­katan terkait siapa yang nantinya membayar biaya lis­trik lampu penerang jalan ini.

“Kita akan melakukan ko­ordinasi dengan Pemda Pa­dang Pariaman dan Prasarana Jalan dan Tata Permukiman (Rrasjal­tarkim) untuk mem­bahas terkait penanggung ja­wab pebayaran rekening lis­trik lampu jalan ini. Apa­kah Dis­hubkominfo, Pras­jal­tarkim atau Pemda setempat,” terang Juharson.  Ia melan­jutkan, koordinasi ini dilakukan me­ngingat se­panjang jalan me­nuju BIM ini merupakan jalan mi­lik Pro­vinsi Sumbar, akan tetapi ter­kait dengan pengguna dan pe­nang­gung jawab juga harus diten­tukan.

Kan sayang, lampu sudah dipasang tapi tidak diper­gunakan. Setelah lampu ini hidup tentu titik yang sebe­lumnya banyak dimanfaatkan untuk tindakan yang tidak baik akan bisa dicegah,” terangnya.

ESDM Akan Turunkan Tim Pengawas

Selain masalah lampu pe­nerang jalan di sekitar BIM, permasalahan lain pun mun­cul, yaitu terkait dengan adanya aktivitas penggalian C yang juga mengancam landasan pacu di BIM.

Menanggapi kondisi ini, Ke­pala Dinas Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM), Marzuki Mahdi kepada Ha­luan Jumat kemarin menga­takan, akan menurunkan tim dari ESDM untuk mengecek kebenaran informasi ini. Me­ngi­ngat sampai saat ini pi­haknya belum menerima pe­ngaduan dari masyarakat atau pun dari PT Angkasa Pura II terkait aktivitas galian C ini.

“Saya belum menerima informasi tentang aktivitas galian C yang berada di sekitar BIM, apalagi sampai me­ngan­cam aktivitas di BIM. Ini tentunya sangat urgen dan kita akan turunkan tim ke sana,” paparnya. Ia melanjutkan, untuk pe­ngawasan galian C ESDM masih terkendala de­ngan pe­narikan kewenangan dari ka­bupaten/kota ke provin­si, ES­DM saat ini belum bisa ber­buat banyak untuk me­lakukan pe­ngawasan, pengen­dalian dan pembinaan terkait aktivitas galian C.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X