KB Pria Tak Jalan di Sumbar

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:54 WIB

Menurutnya, kurang jalannya pro­gram KB (vasektomi) bagi kaum pria karena beberapa hal, yang paling utama karena kurangnya kesadaran untuk pria berpartisipasi pakai KB, karena ada semacam ketakutan bagi mereka salah satunya takut tidak bisa punya anak lagi.

“Kalau wanita yang ber-KB kan banyak risikonya, salah satunya bagi mereka yang darah tinggi atau jantung ada yang tidak cocok dengan suntik atau pil. Kalau untuk spiral kan susah juga di sini,” ulasnya.

Vasektomi adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang dilakukan oleh banyak negara di dunia untuk menekan angka pertambahan penduduk. Dalam ke­nyataannya, vasektomi memang kurang populer dibanding metode kon­trasepsi lainnya seperti suntik KB, pil KB, kondom, maupun kontra­sepsi alami dengan cara menghitung kalender.

Secara sederhana dapat dijelas­kan bahwa vasektomi adalah operasi kecil mengikat saluran sperma pria sehingga benih pria tidak mengalir ke dalam air mani pria. Dengan vasektomi, seorang pria tidak bisa lagi menghamili wanita karena saat ejakulasi air mani pria tidak me­ngan­dung sel sperma.

Dikatakan juga, pria yang mela­kukan vasektomi adalah ayah yang memiliki kesadaran untuk terlibat langsung dalam hal mengatur kela­hiran anak. Lebih dari itu, hal ini adalah sebagai bentuk kepedulian seorang pria untuk aktif memilih kontrasepsi selain partisipasi dari pihak wanita. Alasan yang umum diambil mengapa pria vasektomi adalah karena isteri mengalami alergi terhadap metode kontrasepsi tertentu sehingga pria mengambil alih tugas kontrasepsi. (h/mg-rin)

Editor: Administrator

Terkini

X