Pembangunan Jembatan Gantung Batu Gadang Menggantung

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:58 WIB

“Ada 1.500 lebih kepala keluarga dan ribuan pelajar menggunakan jembatan ini. Di kelurahan ini, terdapat tiga sekolah, yakni SMAN 14, SDN 17 dan SDN 13,” kata Sekretaris Lurah Batu Gadang, Erisman kepada Haluan Jumat (27/2) siang.

Siang itu pukul 12.00, jam pu­lang sekolah. Para pelajar dan guru bergantian melewati jembatan itu, ditambah pula dengan warga pulang bekerja. Mereka mengerti, kalau tidak bergantian, maka jembatan itu menjadi penghubung antara kehi­dupan dengan kematian mereka.

Warga yang tinggal di dekat jembatan membatasi jumlah sepeda motor yang boleh melintasi jem­batan secara bersamaan. “Maksimal 4 sepeda motor yang boleh melewati jembatan ini, itu pun tidak bisa berselisih karena jembatan sempit. Kalau lebih, dikhawatirkan jem­batan akan ambruk karena tidak kuat menahan beban. Tapi kalau pagi, sepanjang jembatan ini penuh. Apa boleh buat, ini satu-satunya akses terdekat untuk memasuki Kelu­rahan Batu Gadang. Memang ada jalan lain, tapi panjangnya sekitar 3 kilo meter. Kalau pelajar dan guru melewati jalan itu, maka akan ter­lambat tiba di sekolah,” ujar Ujang (46), warga setempat.

Selain sempit dan lapuknya jembatan, kendala lain yang diha­dapi warga Batu Gadang adalah sempitnya jalan sebelum dan sesu­dah jembatan. Kalau ada istilah “jalan setapak”, maka jalan tersebut adalah contohnya, karena memang hanya selebar ban sepeda motor. Belum lagi jurang di sisi jembatan yang membuka mulut bahaya untuk setiap pengguna jalan yang tidak berhati-hati.

Kata Erisman lagi, jembatan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Namun, sampai saat ini, Pemerintah Kota Padang belum mem­per­baiki­nya, apalagi membangun jembatan permanen. Karena tidak kunjung diperbaiki, sementara lantainya banyak yang bolong, lurah Batu Gadang meminta pihak SMAN 14 untuk memperbaiki lantai jembatan yang rusak.

“Tiga hari yang lalu, tim SMAN 14 menambal lantai jembatan de­ngan papan, menjelang pihak terkait memperbaiki jembatan ini. Walau sudah diperbaiki, tetapi jembatan ini memang butuh perbaikan lebih, karena perbaikan yang dilakukan tim SMAN 14 sifatnya hanya se­mentara,” ungkapnya.

Di pangkal dan tengah jembatan, terdapat dua tonggak dari coran semen sebagai penyangga lantai. Kata Erisman, tonggak itu dibangun oleh PT Semen Padang tiga bulan yang lalu, dengan dana CSR. Tapi sampai saat ini, belum ada kelan­jutan pembangunannya.

Sementara Pemko Padang yang bertanggungjawab atas infrastruktur di wilayah kota ini, sampai saat ini belum turun tangan untuk menjawab keluhan warga Batu Gadang. Eris­man membeberkan, pihaknya sudah dua kali melaporkan hal ini ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Padang. Menjawab laporan itu, Dinas PU mengirim tim untuk menyurvei kondisi jembatan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X