Sarpin Polisikan 2 Dosen Unand

- Jumat, 27 Februari 2015 | 20:02 WIB

Laporan tersebut diterima Kanit Siaga II SPKT Polda Sumbar Kompol Alhamdi dengan nomor LP/58/II/2015-SPKT Polda Sumbar atas kasus dugaan penghinaan. Sedang­kan laporan sebelumnya yang saat itu diwakili oleh keluarga Sarpin Rizaldi, Rabu (25/2) lalu, dicabut laporannya di Di­rektorat Reskrim Umum (Ditres­krimum) Polda Sumbar.

Feri Amsari dan Charles Sima­bura adalah yunior Sarpin Rizaldi di Fakultas Hukum Unand. Sarpin alumni Fakultas Unand angkatan 1982. Sedangkan Feri juga alumni Fakultas Hukum Unand angkatan 1999 dan wisuda 2004. Sama dengan Feri, Charles Simabura juga alumni Fakultas Hukum Unand angkatan 1999 dan wisuda tahun 2004. Feri dan Charles sejak tahun 2005 sama-sama mengajar di Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unand.

Dikatakan Sarpin, kedatangan dia ke Sumbar untuk melapor ke Polda Sumbar setelah melihat di media sosial atas pernyataan kedua terlapor, di mana korban “dibuang secara adat”. Dia tidak menerima pernyataan tersebut .

“Saya tersinggung dengan pernya­taan kedua terlapor. Saya orang Minang. Maka dari itu, saya datang ke Sumbar dan langsung melapor ke polisi,” kata Sarpin Rizaldi kepada wartawan, Jumat (27/2).

Sarpin mengatakan, pernyataan terlapor telah tersebar di media sosial, sehingga membuat dia malu dan keluarganya. “Saya tidak terima ucapan kedua terlapor di media sosial. Mereka adalah seorang aka­demis, tidak mungkinlah ngomong seperti itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dia berharap dalam penyelidikan nan­tinya, kedua dosen tersebut dapat juga dikenakan dugaan pelanggaran UU ITE, selain dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik. Sebab, pernyataan terlapor telah tersebar di seluruh media internet dan media cetak.

“Seluruh pernyataan mereka bohong besar. Hingga sekarang, saya masih alumni Unand dan tidak dikeluarkan. Apalagi perkataan mereka dibuang secara adat, itu jelas penghinaan besar bagi saya,” jelas Hakim Sarpin Rizaldi yang berasal dari Padang Pariaman.

Selain kedua terlapor dari dosen Unand, lanjut Sarpin, sampai seka­rang pihaknya masih mendata para pelaku penghinaan terhadap dirinya dan akan melaporkan kepada kepo­lisian. Salah satunya, mantan Hakim Agung, Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja. “Saya tidak takut sama siapa pun, meskipun dia profesor sekalipun. Saya akan melaporkan dia atas penghinaannya terhadap saya,” katanya lagi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB
X