Sabar As: Ranperda Ketahanan Pangan Terus Dikebut

- Minggu, 1 Maret 2015 | 19:02 WIB

"Ini yang menjadi ke­kha­watiran kita. Dimana nantinya ter­jadi ahli fungsi lahan karena  perkembangan pembangunan infrastruktur. Jika itu terjadi ketersediaan lahan pangan akan semakin sedikit dan ber­dampak pada hasil produksi pangan, " ungkap Sabar.

Maka dari itu, lanjutnya,  DPRD akan melakukan ka­jian-kajian secara mendetail tentang Ranperda ketahanan  pangan yang akan disahkan. Ini bertujuan agar masalah pangan tidak menjadi persoalan di kemudian hari. "Bisa saja nantinya didalam perda ada lahan abadi yang tak dapat diahli fungsikan, " katanya.

Tak hanya itu,  tambah Sabar, poin lain yang juga dikawatirkan adalah, tentang distribusi pangan dimana se­ring terjadi gejolak harga yang menyebabkan ketidakstabilan harga pangan di pasaran. “Un­tuk hal ini, kita akan awasi supaya harga bisa terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Disampaikannya, per­soa­lan harga krusial untuk diatur dalam Perda.  Tujuannya, agar kesta­bilan harga pangan dapat di­akomodir.  Selain itu, per­soalan keamanan pangan dan pe­n­jagaan pangan dari aspek-aspek yang  berbahaya juga diatur Perda Ketahanan Pa­ngan. Poin ini bertujuan mem­pertajam kelayakan dan ke­amanan pa­ngan yang dikon­sumsi ma­syarakat untuk bisa terjaga.

Kemudian, ia juga me­nyebutkan, kedepan pihak terkait  akan dilibatkan me­lakukan pengawalan tentang kelayakan dan keamanan pa­ngan. Dalam hal ini akan ada  sanksi  bagi oknum yang senga­ja mejual pangan yang tak layak dikunsumsi.

Disampaikan Alumni IA­IN Imam Bonjol Padang  ini, Ranperda ketahanan pangan penting, karena akan jadi payung hukum untuk ka­bu­paten/kota. Sehubungan de­ngan ini, akan dibuat perda turunan untuk kabutapen/kota. Kemudian, pe­ma­kaian­nya akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-ma­sing daerah.

"Agar Perda itu  nanti bisa diaplikasikan sesuai harapan, dalam  waktu dekat pihak terkait akan kita undang untuk hearing bersama dengan Ko­misi II.  Pertemuan bertujuan untuk mendapat masukan-masukan yang akan bisa me­nyem­pur­nakan isi Ranperda ketahanan pangan sebelum disahkan men­jadi Perda,” ulasnya.

Terakhir ia mengatakan, Maret ini Ranperda ketahanan pangan ditargetkan sudah selesai dibahas sehingga bisa disahkan untuk kemudian diterapkan dalam mengatur masalah ketahanan pangan di Sumbar. (h/mg-len)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB
X