Pemko Padang Tidak Kucurkan Dana

- Senin, 2 Maret 2015 | 19:22 WIB

“Dana Rp 50 juta tidak cukup untuk membangun jem­batan permanen. Maka kami menggandeng PT Semen Pa­dang yang memberikan se­men, PT Adi Karya yang mem­berikan besi, Dinas Pras­jal­ktarkim Sumbar memberikan bantuan balok besi Girder I,dan Dinas PU Padang mem­berikan dukungan penuh,” ujarnya saat ditemui Haluan di jembatan Sungkai, Senin (2/3).

Taufika menjelaskan, dana Rp 50 juta tersebut untuk membeli bahan bangunan ke­cuali semen dan besi, ke­mu­dian untuk membayar upah pekerja yang merupakan ma­syarakat setempat, dan un­tuk penga­wasan pembangunan jembatan sepanjang 18 meter itu.

Angku Jamaan Rajo Rajin, warga setempat mengatakan, warga Kelurahan Kapalo Koto yang bermukim di balik jem­batan itu sekitar 45 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 15 kk ditambah 30 kk yang merupakan warga relokasi banjir bandang. Menurutnya, keberadaan jembatan per­manen tersebut sangat penting, karena satu-satunya akses 45 kk tersebut ke dunia luar melalui jembatan itu.

Ia membeberkan, warga setempat sudah lama me­ngi­damkan jembatan itu dibangun secara permanen, karena jem­batan ini dilalui oleh pelajar untuk pergi sekolah dan oleh warga untuk mengangkut hasil sawah.Warga sudah beberapa kali mengajukan proposal ke­pada Pemko Padang, namun tidak ada jawaban dari Pemko Padang. Akhirnya warga mem­bangun jembatan secara swa­daya. “Warga hanya mam­pu membangun jembatan dari bam­­bu dan kayu. Tiap se­bentar harus diperbaiki karena tidak kuat dan cepat lapuk kena air. Bahkan, pada tahun 2012 ketika banjir bandang, jem­batan ini hanyut, sehingga warga di sini terisolasi. Ke­mudian, pada tahun 2013, jembatan ini runtuh. Lalu dibangun lagi oleh warga de­ngan kayu,” tuturnya.

Angku Jamaan Rajo Rajin mengungkapkan terimakasih kepada pihak yang membantu pembangunan jembatan itu karena kalau tidak dibangun secara permanen, ditakutkan jembatan itu runtuh saat dile­wati warga karena sudah tidak layak lagi digunakan.

“Pembangunan jembatan ini sudah dimulai pada 18 Januari yang lalu, yang ditan­dai dengan peletakkan batu pertama oleh Walikota Pa­dang, Mahyeldi. Kemudian, pem­bangunan dilanjutkan pa­da Februari dengan mencor pon­dasi di dua sisi jembatan. Hing­ga saat ini pembangunan masih dilanjutkan. Diper­kirakan satu bulan lagi pem­bangunannya selesai,” sebutnya.

Ia menambahkan, total dana secara keseluruhan untuk mem­bangun jembatan itu, mulai dari dana dari Jurusan Teknik Sipil hingga bantuan bahan bangunan dari berbagai pihak, jika diuang­kan men­capai Rp 300 juta.  Sementara itu, Kepala Di­nas PU Padang, Mus­wendry saat ditanya mengapa pihaknya tidak me­ngucurkan dana untuk pem­bangunan jem­batan itu men­jawab, ia me­ngakui tidak mem­berikan bantuan dana karena memang tidak ada dana untuk itu. Na­mun, pihaknya tetap membantu secara teknis dan membantu mencarikan bantuan bahan untuk pemba­ngunan jem­batan itu, seperti bantuan besi dari PT Adi Karya. (h/dib)

Editor: Administrator

Terkini

X