Kapolda: Tangkap Begal Truk CPO

- Senin, 2 Maret 2015 | 19:28 WIB

Menurut Syamsi, aksi penjarahan ini ter­masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan (curas). Setidaknya sudah ada lima TKP sepanjang tahun 2015, namun dari semua TKP itu, baru satu komplotan yang berhasil ditangkap dengan enam orang tersangka. “Mereka ditangkap di kawasan Bungus. Sekarang kasusnya tengah diproses di Polresta Padang,” terangnya.

Saat ini, pihak Polda Sumbar terus me­lakukan koordinasi dengan Polres-polres terkait pemberantasan kasus tersebut. Peningkatan pengamanan dijalan raya juga ditingkatkan untuk memberi kenyaman pada pengguna jalan, terutama angkutan barang dengan jumlah besar.

Meskipun demikian, hingga saat ini pihak kepolisian juga belum bisa memastikan bahwa ada kongkalingkong atau keterlibatan sopir truk yang bersangkutan dalam penjarahan barang bawaanya. “Kita akan pelajari dan dalami kasus ini. Belum bisa dipastikan adanya keterlibatan si sopir,” ungkap Syamsi.

Syamsi juga menghimbau kepada masyarakat bila mengalami atau melihat kejadian se­bagai­mana dimaksud agar melaporkan seceoatnya kepada pihak yang berwenang. “kita minta masyarakat dan korban proaktif dalam men­yikapi persoalan ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistyawan SIK, SH, MSi yang dihubungi Haluan melalui telepon genggamnya mengaku sudah menerima perintah orang nomor satu di jajaran Polda Sumbar tersebut. Menurutnya, untuk mengantisipasi sekaligus menekan terjadinya tindak pidana penjarahan isi truk CPO dan pupuk, ia bersama jajarannya meningkatkan intensitas pengawasan jalur yang kerap dilalui truk CPO di wilayah hukum Polres Sijunjung.

“Ruas jalan Lintas Sumatera yang ada di wilayah hukum kami menjadi jalur yang digunakan mobil angkutan CPO dari wilayah perkebunan ke pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Dengan adanya atensi dari pimpinan, maka kami akan meningkatkan pengawasan di wilayah,”kata jebolan Akpol tahun 1994 ini.

Seperti yang diberitakan Haluan edisi Senin (2/3), sejumlah pengusaha angkutan di Sumbar dicemaskan dengan maraknya aksi begal muatan truk mereka di jalan. Salah seorang pengelola angkutan CPO, Herwan mengatakan sepanjang tahun 2015 ini, sudah dua unit truk angkutan CPO yang dikelolanya dijarah.

Korban lainnya adalah Yul dari PT Mekar Mulia. Ia mengatakan bahwa, pada 5 Februari 2015 lalu, satu unit truknya yang memuat CPO mengalami kejadian serupa. Saat itu, truk CPO milik perusahaanya mengangkut muatan dari Lubuk Jambi, Jambi menuju Pa­dang. Namun, truk tersebut juga tak kunjung sampai ke Padang. Usut punya usut, ternyata mobil itu sudah ditinggal begitu saja di jalan dengan isi muatannya sudah dikosongkan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB
X