Percepat Eksekusi Mati Duo Bali Nine

- Selasa, 3 Maret 2015 | 19:21 WIB

Koordinator aksi, Adrian mengatakan, aksi ini adalah bentuk protes masyarakat atas sikap pemerintah Australia yang arogan dan seolah mengitervensi keputusan Presiden Jokowi untuk mengeksekusi mati dua terpidana narkoba dari negara kangguru tersebut.

“Kita minta agar bapak-bapak di DPRD menyampaikan permintaan kita pada Presiden Jokowi agar jangan mau diintevensi, dan mempercepat proses hukuman mati dua terpidana narkoba itu,”  ucap Adrian.

Pemerintah, sebutnya, tak perlu takut  pernyataan Perdana Menteri Australia  Tony Abbot yang me­ngung­kit-ungkit bantuan pada Indo­nesia terkait tsunami Aceh. Dika­takannya,  sebagai rakyat  mere­ka sangat mendukung hukuman mati atas pengedar narkoba yang telah merusak Indonesia. Masalah ban­tuan, sebut Adrian, Indonesia  siap mengembalikan uang yang telah diberi Australia.

“Pernyataan Perdana Menteri Australia yang menyebut-nyebut bantuan untuk Aceh, sangat melukai hati kami. Indonesia khususnya Aceh tidak pernah meminta bantuan kepada Australia. Hari ini  kita mengumpulkan koin untuk me­ngem­balikan bantuan yang telah diberikan saat tsunami Aceh tahun 2004 lalu,” papar Adrian.

Diana, dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Aceh mengatakan, Peme­rintah Australia  harus meminta maaf kepada Indonesia atas pernya­taan  yang telah ia keluarkan. Peme­rintah In­donesia diminta  agar tidak terpe­nga­­ruh dengan lobi-lobi peme­rintah Aus­tralia dalam masalah hukuman mati.

Menurutnya, keputusan hukum merupakan kedaulatan bangsa yang tidak boleh diintervensi oleh negara manapun.  Karena itu, Presiden RI Joko Widodo yang diharapkan bergeming terhadap intervensi asing dalam penegakan hukum.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim yang menemui ma­hasiswa bersama beberapa orang anggota DPRD menyatakan sangat mengapresiasi gerakan  yang dila­kukan oleh kelompok mahasiswa dan pelajar itu. Dikatakannya,  apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra, Hidayat me­nam­bahkan, DPRD Sumbar sepakat dengan pelaksanaan hukuman mati terhadap pengedar narkoba. Suara-suara mahasiswa yang memberikan dukungan tersebut akan disam­paikan kepada pemerintah pusat.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB
X