Berantas Maksiat, Pemko Butuh Peran Lembaga Adat

- Rabu, 4 Maret 2015 | 18:59 WIB

“Peran lembaga adat dalam memerangi aksi maksiat me­mang sangat kita butuhkan. Maka dari itu, perlu kita be­ri­kan pemahaman melalui pe­latihan ini,” terang walikota.

Menurut walikota, tidak hanya persoalan maksiat yang bisa ditangani lembaga adat, persoalan pembebasan lahan juga menjadi agenda utama saat ini. Tanpa pertolongan lembaga adat, tidak mungkin persoalan tanah ulayat, sengketa tanah, serta pembebasan lahan bisa diselesaikan.

“Makanya, penguatan pe­ran lembaga adat harus terus ditingkatkan. Sebab, pemko sangat membutuhkan bantuan lembaga adat,” tuturnya.

Terkait dengan peran lem­baga adat selama ini, yang hanya tinggal simbolis saja ketika Kota Padang menuju Kota Metropolitan, Mahyeldi menampik tidak seperti itu. Karena, lembaga adat di Kota Padang cukup berperan pen­ting dalam menyokong pem­bangun di Kota Padang.

Apalagi, Kota Padang khu­susnya dan Sumbar pada umu­m­nya sangat mengutamakan daerah adatnya dengan Adat Basandi Syarak, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Na­mun, kekuatan adat atau per­soalan adat di Kota Padang masih ada.

Tokoh adat Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Sahar­man menuturkan ketika ber­bicara persoalan tempat-tem­pat maksiat, memang penuh dengan dilema. Karena, tidak segampang membalikkan te­lapak tangan. Apalagi, ketika aksi maksiat yang dihubungkan dengan mata pencaharian anak kemenakan cukup sulit men­jelaskannya. Walaupun pada dasarnya, hati tidak menerima kondisi tersebut.

“Ini diperparah dengan kon­disi yang melibatkan kawasan Bungus. Pada kenya­taanya, kawasan tersebut tidak se­penuh­nya berada di Bungus. Kami sudah berusaha untuk mencari solusinya, tetapi hing­ga hari ini belum ada jalan keluar yang jelas,” tutur Saharman.

Tetapi, Saharman me­nga­kui, peran lembaga adat se­ma­kin hari memang semakin terkikis jika dikaji kepada hakikinya adat itu sendiri. Dahulu adat memang di­de­ngar­kan anak kemenakan, jika itu memang mamak yang ber­bicara. Kenyataan saat ini, yang mau mendengarkan ke­pu­tu­san adat hanya keluarga yang satu itu saja atau keluarga inti. Persoalan semakin menge­cilnya peran lembaga adat, memang perlu mendapat per­hatian dari pihak-pihak terkait dan harus memahami urgensi adat itu yang sesungguhnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:20 WIB
X