Jalan Evakuasi Tsunami Diperlebar

- Jumat, 6 Maret 2015 | 19:16 WIB

Rusdi menambahkan, Bina Mar­ga juga mendapatkan alokasi dana dari APBD Padang sebanyak Rp 10 miliar. Rp 6,5 miliar dana itu akan digunakan untuk peningkatan jalan dan Rp 3,5 miliar lagi untuk reha­bilitasi jalan.

Pihaknya baru melakukan peren­canaan jalan mana yang akan direha­bilitasi dan ditingkatkan kualitasnya. “Disainnya sudah dibikin. Nanti dipilih mana jalan yang penting untuk diprioritaskan pengerjaan­nya,” pung­kasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Padang, Dedi Henidal menga­takan, pihaknya sedang mengusulkan 10 titik pembukaan jalan baru dengan lebar 8 meter ke BNPB pusat, yang bisa digunakan sebagai jalur evakuasi tsunami.

Saat ditanya di mana lokasi 10 titik jalan itu, Dedi belum menyebut­kannya. “Setelah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penang­gula­ngan Bencana nanti saya beri tahu,” katanya. Rakornas tersebut ber­langsung di Jakarta mulai 9 hingga 11 bulan ini.

Terkait sebutan jalan evakuasi tsunami, menurut Dedi, tidak ada yang namanya jalan evakuasi tsunami, sebab semua jalan, baik sempit mau­pun lebar, bisa digunakan untuk jalan evakuasi tsunami.

“Ada yang harus diluruskan me­nge­nai jalan evakuasi tsunami ini. Yang orang pikirkan terkait pelebaran jalan untuk evakuasi tsunami adalah men­jauhi pantai menggunakan jalan itu dengan mobil atau sepeda motor. Itu cara pikir yang salah, karena bila menggunakan kendaraan, akan terjadi kemacetan parah. Kalau pun semua jalan di Kota Padang ini dibuka dan dilebarkan untuk evakuasi tsunami menggunakan ken­daraan, tetap akan macet, karena jumlah kendaraan tidak se­ban­ding dengan jumlah jalan,” tuturnya.

Ia mengimbau, masyarakat se­baik­­nya meninggalkan kendaraan dan berlari menjauhi pantai apabila ter­jadi gempa berpotensi tsunami. Cara itu lebih efektif ketimbang me­ng­gunakan kendaraan. “Dalam berbagai simulasi tsunami, tidak pernah lari menggunakan kendaraan. Pernah waktu simulasi tsunami, anak TK Bunda di Ulak Karang berjalan santai saja ke Kampung Bung Hatta di Gunung Pangilun, hanya meng­habiskan waktu 28 menit. Itu baru anak TK. Bayangkan kalau orang dewasa yang berlari, pasti lebih cepat,” pungkasnya. (h/dib)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X