SDM Guru Masih Rendah

- Jumat, 6 Maret 2015 | 19:23 WIB

“Rendahnya kuliatas SDM saat ini akibat dari proses me­ngajar di SMA yang tidak bagus. Tidak bagusnya proses mengajar di SMA berarti dari kualitas guru yang belum baik, apabila kualias guru rendah tentu be­rasal dari prosesnya di per­guruan tinggi, sehingga perlu dilakukan revitalisasi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk me­re­vitalisasi ini dilakukan de­ngan cara memaksimalkan sekolah labor atau life school. Kemenristek Dikti juga me­minta bagi universitas yang memiliki program studi ke­guruan harus memiliki sek­o­lah labor yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas maha­siswa yang nantinya akan men­jadi guru.

“Melalui sekolah labor ini nantinya mahasiswa yang akan mengajar dibekali cara menga­jar dan bagaimana men­­jadi guru yang pro­fe­sio­nal. Nanti ketika mereka ke sekolah akan bisa me­nerapkan hal ini,” tandasnya.

Selian revitalisasi calon tenaga guru kata M Nasir, Kemenristek juga akan melakukan revitalisasi kepada LPTK yang ada agar nantinya de­ngan proses revitalisasi ini akan menghasilkan lulusan yang ber­kualitas. “Apabila kualitas LPTK baik maka nantinya di sekolah juga akan baik,” terangnya.

Untuk peningkatan kualitas ini Kemenristek Dikti akan terus mela­kukan evaluasi dan peningkatan setiap tahunnya. “Kita berharap dengan adanya sekolah labor atau life school yang ada di UNP ini bisa menghasilkan lulusan yang ber­kualitas,” harapnya.

Ditambahkan M Nasir, konsep revitalisasi LPTK ini yaitu dengan cara mengembalikan bidang studi yang sebelumnya ada di IKIP dan akan dikembalikan lagi untuk bisa mencapai kualitas guru yang di­inginkan. “Kita perkirakan ada 12 prodi yang dahulunya ada di IKIP yang akan kita kembalikan lagi,” terangnya. Selain itu, kata M Nasir, untuk peningkatan kualitas guru ini juga dilakukan dengan pembatasan jum­lah mahasiswa, di mana untuk program pendidikan keguruan diba­tasi dengan ratio 1:30. “Ini sudah kita lakukan sejak lama, ini perlu dila­kukan untuk bisa mewujudkan guru yang ber­kualitas,” ujarnya.

Peletakan Batu Pertama dan Peresmian

Menristek Dikti M Nasir ke­marin juga meletakkan batu pertama mega proyek IDB (Islamic Deve­lopment Bank) yang terdiri dari tujuh item gedung. M Nasir juga meresmikan Gedung Sekolah Labor dan Kolam Renang FIK UNP yang berstandar internasional.

Proyek ini didanai melalui pinjaman IDB dengan nilai men­capai Rp180 miliar. Dana ini diper­gunakan untuk membangun tujuh gedung baru milik UNP. Tujuh  gedung tersebut diantaranya audi­torium, bisnis center, labor terpadu, ruang kelas terpadu, rektorat dan pusat perkantoran, gedung pusat mahasiswa dan gedung pusat pela­tihan guru. Pembangunan tujuh bangunan tersebut ditargetkan sele­sai dalam hitungan 365 hari kerja.

Menristek dan Dikti Prof M Nasir dalam pidato sambutannya mengatakan, pembangunan gedung ini merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam me­ngem­bangkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu melalui pinjaman. Seperti proyek monumental UNP ini yang berasal dari pinjaman ke IDB, dan diharapkan telah selesai pada 2016 mendatang. (h/mg-isr)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Kejar Target Vaksinasi 70%

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Terpopuler

X