DKK Rekomendasikan Pencabutan Izin Usaha

- Selasa, 10 Maret 2015 | 19:32 WIB

“Sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Setiap depot harus melakukan pengujian secara berkala. Untuk pengujian bakteri diwajibkan sekali tiga bulan, sedangkan pengujian kimia wajib sekali enam bulan. Jika pemilik tidak mau melakukan pengujian berkala, kita bisa merekomendasiikan ke instansi terkait untuk mencabut izin usahanya,” ungkap Eka.

Menindakalanjuti Permenkes No. 43 tahun 2014 tersebut, DKK berencana untuk melakukan pem­binaan terhadap seluruh depot air minum yang beroperasi, serta yang baru akan memulai. Setelah dari pembinaan tersebut baru dikelurkan sertifikat laik konsumsi, jika tidak mengikuti tidak akan men­dapatkan sertifikat tersebut.

“Kita akan tinjau kembali bagi yang telah beroperasi, baik yang memiliki izin maupun tanpa izin. Pemberian pengarahan seputar kandungan dan standar air minum laik konsumsi adalah materi yang akan diberikan dalam pembinaan. Hal serupa juga berlaku bagi yang baru akan membuka usaha depot isi ulang air minum,” tambah Eka.

Menanggapi hal itu, salah seorang pemilik depot isi ulang di kawasan Tunggu Hitam mengatakan, meskipun depotnya sudah cukup lama tidak melakukan uji berkala. Tapi, ia yakin bahwa air yang dijualnya sudah sangat higienis dan laik konsumsi.

“Terakhir diuji pertengahan tahun lalu (2014, red). Air ini dari mata air di Kabupaten Solok, soal kebersihannya dijamin dan tentu sangat layak konsumsi,” ucapnya penuh keyakinan.

Selain uji berkala diwajibkan kepada depot, kendaraan tangki yang membawa air minum dari distributor menuju depot juga diwajibkan melakukan pengujian secara berkala, minimal dua kali setahun. Begitupun dengan perusahan distributor air isi ulang. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X