Sopir Angkot di Bawah Umur dan Ugal-ugalan Diminta Ditertibkan

- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:45 WIB

Ia mengaku tidak nyaman, jika menaiki angkot karena kecepatan dari angkot tersebut melebihi batas yang di­terap­kan. “Saya hampir setiap hari menggunakan angkot dari Ta­bing hingga ke Lolong. Kadang kan ada beberapa dari sopir yang kita kenal dan mereka masih di bawah umur, tapi sudah diperbolehkan oleh orangtuanya untuk me­nge­mudi angkot terserbut,” ujar­nya, Selasa (10/3).

Ia berharap pihak yang berwajib dapat menangani masalah ini, terutama untuk angkot yang ugal-ugalan di jalan. Jangan karena mengejar setoran saja, nyawa pe­num­pang jadi taruhannya.

Saat dikonfirmasi pada salah seorang sopir jurusan Labor-Pasar Raya, Andre me­ngaku hanya menggantikan temannya sementara untuk menambang. Saat ditanyakan soal umur dan kepemilikan SIM, ia hanya menjawab sopir salinan hanya sementara dan tidak perlu SIM.

“Sebenarnya yang sopir asli bukan saya kak, tapi ada teman saya dan dia sudah punya SIM. Saya hanya mengantikan sam­pai jam 3 sore saja,” ujarnya.

Dari Pantauan Haluan di lapangan, aksi kebut-kebutan bukan hanya dilakukan oleh sopir salinan atau supir yang belum punya SIM, tapi juga dilakukan oleh sopir yang sudah punya SIM. Sambil ber­gurau, Haluan menanyakan alasan si sopir membawa ang­kot kebut-kebutan, seperti membawa ibu hamil, ia men­jawab setengah sinis dan me­nga­takan “Yo kalau ndak ca­pek wak, ndak ka mambao pitih pulang doh. Tambah lo setoran kini naik kato induak samang.”

Ia mengaku, bahwa kejar target atau kejar penumpang tersebut hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu saja, seperti pagi saat anak sekolah dan pegawai berangkat, setelah itu siang saat mereka pulang.

“Kalau dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, kami hanya membawa angin saja. Makanya, sopir harus sigap dan cepat men­dapatkan penumpang, kalau ndak baitu ndak barasok da­pua doh ni,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Rudi Rinaldi mengatakan, untuk penanganan sopir ang­kot yang di bawah umur dan sopir yang ugal-ugalan adalah ranahnya pihak kepolisian, kalau Dishub tugasnya hanya pengawasan untuk uji berkala dan jaringan trayek.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:20 WIB
X