Data Tak Valid, Pendataan Penghuni Rusunawa Bocor

- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:46 WIB

Malah ada kondisi, di ma­na penghuninya menung­gak lebih dari enam bulan.

Menurut Kepala Dinas TR­TB Kota Padang, Afri­zal, pendataan ini dilakukan me­mang untuk membersihkan penghuni yang tidak tepat sa­saran yang selama ini di­keluh­kan. “Dengan pendataan ini, penghuni siluman tidak ada lagi ke depannya,” terang Afrizal.

Selain penghuni siluman, rusunawa juga ditempati oleh orang yang tidak mem­butuh­kan. Sebab, dari pendataan itu, ada 50 persen dari penghuni yang tidak membutuhkan tem­pat tinggal sesungguhnya. Me­reka hanya menyewa kamar dan pulang sekali sebulan. Kondisi ini juga dipertegas oleh keterangan tetangga peng­huni-penghuni yang kamarnya kosong ketika petugas mela­kukan pendataan.

Sayangnya, dari Pantauan Haluan di lokasi Rusunawa Purus, pendataan penghuni itu sudah bocor duluan. Sehingga data yang valid susah di­dapat­kan oleh Pemko. Karena, data yang dimiliki oleh UPT se­lama ini bak main kucing-kucingan.

Sedangkan di papan pe­ngu­muman pendataan harus di­sertai oleh surat nikah, per­janjian sewa, KTP dan KK. Namun, ketika pendataan pe­tugas tidak melakukan itu. Petugas hanya menanyakan siapa nama penghuninya, pu­nya kendaraan atau tidak. “Pada umumnya kosong, me­nurut keterangan tetangganya penghuni itu jarang pulang,” urai Afrizal.

Selain itu, pendataan juga menyinggung penghuni yang memiliki kendaraan pribadi dari berbagai jenis. Ini ber­tujuan untuk meninjau kem­bali pantas tidaknya penghuni rusunawa yang memiliki ken­daraan terutama roda empat.

Terkait dengan kondisi rusunawa, memang belum ada perubahan. Bocor hampir disetiap kamar dan penghuni mensiasati dengan selang dan dialiarkan ke kamar mandi. Bocor ini terjadi, bukan karena kamar mandi, tetapi selang air. Padahal, anggaran yang dikeluarkan Pemko Padang setiap tahun mencapai Rp250 juta. Sedangkan kondisi ru­sunawa tidak pernah berubah. PAD di tahun 2014 ditargetkan Rp700 juta dan terealisasi hanya 60 persen.

Sementara itu, Kepala UPT Rusunawa, Zahirwan yang selama ini mendapat ancaman dari pihak yang tidak diketahui mem­benar­kan, bah­wa informasi pen­data­an peng­huni ini bocor. Hasil­nya, ba­nyak kamar yang kosong. Zahir­wan tidak ada niat untuk mun­dur dari amanah mem­per­baiki rusunawa, namun ia berharap dukungan dari pihak terkait. “Ancaman itu beragam sampai pada anca­man dibunuh,” tutur Za­hirwan. (h/ows)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Kejar Target Vaksinasi 70%

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X