Pengamat: Harus Siap dengan Risiko

- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:51 WIB

“Ketua DPD I kita seka­rang, kan Pak Hendra, jadi, apa yang beliau sampaikan, itulah prinsip yang akan diikuti,” ucap Saidal.

Bicara kepengurusan Agung Laksono yang saat ini telah disahkan oleh Men­kum­ham, menurutnya ia tak bisa ber­komentar banyak untuk itu. Sebab, ia tak menghadiri Munas yang diadakan di Ancol.

“Yang saya ikuti adalah Munas di Bali bukan Ancol, jadi saya tak bisa komentar banyak terkait ini. Hanya saja, saat Munas Bali, semua yang punya hak suara hadir di sana. Beda dengan yang di Ancol” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar, Izzati Aziz. Meski terkesan berhati-hati dalam menjawab per­soa­lan ini, Izzati memastikan kalau ia memang akan menyamakan sikap dengan Hendra.

“Karena ini adalah hal yang sensitif saya tak bicara banyak. Namun, sebagai pengurus, ya pasti­nya saya akan sependapat dengan Pak Hendra,” ulasnya singkat.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kota Padang, Aristo Munandar me­ngata­kan, secara pribadi ia belum mela­kukan komunikasi dengan Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim untuk menanyakan perilhal ini. Hanya saja, ia berharap Golkar Sumbar satu suara dalam menyikapi situasi yang sedang bergulir.

“Untuk hal ini yang lebih tahu kondisinya adalah ketua (Hendra, red). Tapi, kalau dari saya, saya melihat ini belum final. Bisa saja nantinya ada tuntutan hukum untuk mencari yang benar-benar sah itu mana. Tapi apapun hasil akhirnya, Golkar Sumbar harus tetap satu suara,” pungkas Aristo.

Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi mengatakan melihat pada kepengurusan Golkar Sumbar yang rata-rata adalah pendu­kung ARB, tidak mengherankan jika terjadi penolakan atas keputusan Menkumham.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X